Hancur Band, Ingin Ubah 'Kekakuan' Musik

Rere Rizkarima  |  Minggu, 30 Agustus 2009 13:36
Hancur Band, Ingin Ubah 'Kekakuan' Musik
Hancur Band Foto: Deni

Kapanlagi.com - Jika diperhatikan, belantika musik Indonesia akhir-akhir ini ramai oleh kehadiran band-band baru. Oleh karenanya, jika ingin mendapatkan perhatian penikmat musik, maka band tersebut harus memiliki ciri khusus yang akhirnya menjadi trademark band tersebut. Salah satunya yang mencuri perhatian adalah Hancur Band. Dalam setiap penampilannya, band yang digawangi oleh Agus Tonjol (gitar), Rudi Q Think (bass), Rivo Yus Helmy (vokal), Andre Maulana Situmeang (keyboard), Yudhi Rafly (drum) dan Ncol (gitar) ini selalu terkesan 'hancur', baik dari kostum hingga lirik yang dinyanyikan.

"Kita mau musik ini nggak kaku di mana orang melihat lima atau enam berkumpul pasti dinilai anak band, kita mau mengubah kekakuan tersebut. Makanya namanya Hancur Band. Musik itu kan bebas dan kita mau main hancur-hancuran tapi tetap masih batas norma. Itu yang kita jaga jangan sampai melanggar batas norma susila," ungkap Agus mengenai konsep yang ditawarkan Hancur Band kala ditemui di Studio Penta, belum lama berselang.

Berdiri pada 2001, Hancur Band kala itu malah mengusung aliran rock, yang kemudian bergeser pada aliran pop rock. Sepanjang perjalanan, Hancur Band menyadari harus ada ciri khas yang mereka tonjolkan dan akhirnya mereka sepakat mengubah konsep.

Meski di awal berdirinya Hancur Band mengusung aliran pop rock, namun band yang terkenal dengan lagu Pengen Jadi Artis ini tak ingin hanya berpatokan pada satu jenis musik saja. "Jika kita anggap musiknya enak ya hajar. Jadi sebenarnya karakter kita di lirik, lirik kita hancur. Jadi bukan lirik yang nyeleneh tapi ngawur sesuai dengan kenyataan hidup," kata Agus. Bagi Hancur Band, selama masih bisa menghibur para penggemar musik Tanah Air, maka mereka akan tetap jalan dan menyuguhkan musik yang tidak kaku.