HamindaliD, 'Dream Theatre' dari Kota Buaya

Kapanlagi.com - HamindaliD, band pendatang baru asal kota buaya, Surabaya, berhasil menembus pasar musik nasional dengan meluncurkan album debutnya yang diberi judul Lihat Aku.

Didukung Ziad pada vokal, Arnaz (gitar), Panca (bas) dan Uzair (drum), kelompok musik beraliran modern rock ini mengusung tema cinta, tetapi tidak satu pun kata dalam lirik lagu-lagunya menggunakan kata itu.

"Kekuatan kami terletak pada keunikan," kata Panca dalam jumpa pers yang dilengkapi dengan 'show case' band tersebut di Manchester United Cafe, Jakarta, Rabu (1/8).

Selain tidak menggunakan kata cinta, band ini juga mencoba memancing rasa penasaran pencinta musik dengan menamakan diri HamindaliD, yang ternyata tidak memiliki arti apa pun.

Ziad mengatakan nama band-nya memang tidak memiliki arti apa pun, bahkan bukan kata dalam bahasa Arab seperti diduga banyak orang.

Ia mengakui bahwa pada awalnya, ketika terbentuk tahun 2003, banyak orang mengira Hamindalid adalah sebuah band yang memainkan musik Islami, padahal tidak demikian halnya. "Musik kami modern rock," katanya.

Dream Theatre dari Waru

Terbentuknya HamindaliD berawal dari pertemanan yang solid di antara keempat anak muda tersebut, yang kebetulan teman bermain semasa kecil di sebuah komplek perumahan di daerah Waru, dekat Bandara Juanda Surabaya.

Menurut Arnaz, secara kebetulan mereka berlima memiliki kesamaan hobi bermain musik dan sama-sama menggemari kelompok musik cadas asing, Dream Theatre. "Kami banyak terinspirasi Dream Theatre," katanya.

Tidak heran, hampir semua lagu bertema cinta dan persahabatan yang mereka mainkan sangat sarat unsur distorsi gitar, antara lain dalam lagu LIHAT AKU, TAKUT KEHILANGAN, MENUNGGU JAWABMU, dan CAMELIA.

Khusus lagu CAMELIA, Panca selaku si pencipta mengatakan, judul lagu itu bukan nama seorang gadis yang dipujanya, tetapi sebuah perumpamaan yang dirasakannya sesuai cocok dengan nada-nada yang ia temukan saat membuatnya.

"Memang lagu ini berkisah tentang pengalaman pribadi saya, tetapi Camelia cuma nada, bukan nama seseorang," katanya.

Sudah Terdengar

Sebelum albumnya resmi diluncurkan pada Agustus mendatang, single andalan TAKUT KEHILANGAN dari HamindaliD sudah duduk di bilangan 'Top Ten' tangga lagu radio di beberapa kota besar, diantaranya Surabaya, Jakarta, Bandung, Medan, Makassar, dan Banjarmasin.

Agus, bos Shelmer Records selaku label, menyatakan bahwa pihaknya telah terlebih dahulu menjajal kekuatan lagu andalan HamindaliD itu di beberapa stasiun radio dan agen penjualan album musik di Indonesia, Malaysia dan Singapura.

"Kami sudah survei ke radio dan agen, dan ternyata sambutan mereka sangat positif," katanya.

Selain pembuatan video klip TAKUT KEHILANGAN juga untuk ditayangkan di berbagai stasiun televisi, saat ini manajemen HamindaliD sedang mempersiapkan tur radio di Jakarta dan kota besar lainnya.

Saat show case, Ziad dan kawan-kawan menggunakan dua musisi tamu (additional player) pada ritem-gitar dan piano/kibor. Menurut mereka, additional player diperlukan untuk lebih menghidupkan musik yang dimainkan.

"Band lain juga banyak kok yang pakai pemain tambahan," kata Arnaz.

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

(*/bun)

Rekomendasi
Trending