Grup Musik Unik 'KUA ETNIKA' Pentas di Lima Negara Eropa
Kapanlagi.com - Makin banyak saja kelompok alternatif Indonesia yang "menjajah" kampung orang di luarnegeri (yang sayangnya, di negeri sendiri kadang-kadang malah kurang mendapat respon -red). Kali ini yang kebagian menggelar acara di negeri orang adalah Kua Etnika.
Kelompok musik "unik" pimpinan Djaduk Ferianto ini akan menggelar pementasan musik bertajuk Everlasting Kretek Heritage enam kota di lima negara Eropa, mulai tanggal 16 April hingga 5 Mei 2004 mendatang.
Kota pertama yang bakal disambangi kelompok musik asal Yogyakarta itu, yakni Budapest (Hungaria), kemudian berlanjut di Krakow (Polandia, 19 April), Graz (Austria, 22-23 April), Vienna (Austria, 24-25 April), Amsterdam (Belanda, 1 Mei) dan pementasan terakhir di Praha Republik Ceko, pada tanggal 5 Mei 2004.
Menarik, karena sebelum Kua Etnika, ada beberapa band seperti Krakatau dan Discus yang sukses menggelar beberapa konser di Eropa Timur dan Amerika. Kalau kini Kua Etnika masuk lagi, etntu akan menjadi bahan yang menarik untuk musik Indonesia yang tidak "lazim".
Advertisement
Menurut Butet Kartaredjasa, kakak dan sekaligus direktur tur Everlasting Kretek Heritage pementasan kali ini merupakan hasil dari sebuah proses kreatif Djaduk Ferianto, dalam menyikapi ekspresi budaya kretek yang terjadi di Desa Tologowiro, Parakan, Temanggung, Jawa Tengah.
Proses kreatif yang ditemukan Djaduk itu setiap prilaku kegiatan terasa sangat musikal. Hal inilah yang merangsangnya untuk membuat sebuah komposisi musik yang dihasilkan dari sejumlah kegiatan yang berlangsung di kawasan tersebut. "Dari kegiatan yang bersifat manual hingga mesin, kesemuannya terdengar begitu musikal," kata Djaduk dalam jumap ers dengan watyawan di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Selasa (6/4/04)
.Apa yang akan dipertontonkan kelompok Kua Etnika nanti, diakui Djaduk, sedkitnya terinspirasi oleh penampilan kelompok musik kontemporer asal New York, AS, The Stomp. "Saya memang terinspirasi dengan penampilan kelompok Stomp, namun sangat bernuansa Indonesia, khususnya di Kecamatan Parakan, Kabupaten Tumanggung. Komposisi musik dihasilkan seperti saat memetik teh, merajang hingga melinting tembakau," katanya.
"Sebanyak 1,5 ton perlengkapan yang akan saya bawa. Instrumen yang juga akan kami gunakan sangatlah tidak jamak sebagai instrumen. Bisa dibilang, alat-alat musik sangat tidak populer, seperti cangkul, sapu lidi hingga rajam," katanya
(tbg/erl)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Selfi Yamma Ciptakan Lagu 'Permainan Cintamu' untuk Rani Zamala
