Gandeng 88 Rising, ICE 2019 Tingkatkan Kualitas Ekosistem Electronic Music

Rabu, 15 Mei 2019 09:21


International Clubbing Experience (ICE) 2019 © KapanLagi.com/Matias Purwanto

Kapanlagi.com - Di tahun 2019 ini pecinta musik Electronic Dance Music (EDM) di Indonesia bakal disajikan sejumlah event menarik yang digelar oleh Iceperience.Id. Lewat International Clubbing Experience (ICE) 2019 dengan sejumlah rangkaiannya, Iceperience.Id mendedikasikannya untuk membentuk ekosistem musik elektronik Tanah Air yang berkualitas.

Mengangkat tema #locallCEmovement, ICE 2019 memiliki misi besar untuk membawa talent lokal mencapai level yang lebih tinggi. Seperti diawal dikatakan soal ekosistem, ICE 2019 tak hanya melibatkan pelaku atau pekerja musik elektronik saja, melainkan melibatkan penonton atau penikmat musiknya lewat berbagai rangkaian acarnya.

 

1. Berbeda Tahun Sebelumnya

Salah satu yang membedakan dari tahun sebelumnya, di tahun ketiga ini ICE 2019 menggelar Electronic Music Producer Contest (EMPC). Di ajang ini, para produser musik elektronik baik amatir hingga profesional dapat terlibat untuk bersaing menjadi yang terbaik. Dari sini, peserta dapat menujukkan kualitas menciptakan sebuah musik yang tak kalah dengan produser luar negeri.

"Di Indonesia masih sedikit DJ yang punya karya sendiri. Kebanyakan mereka mainin lagu orang. Di sini kami mau buat mereka semakin maju dengan karya mereka sendiri. Makin menunjukan ini lho DJ atau produser Indonesua yang bisa buat lagu sendiri," kata Diopsaputra selaku perwakilan dari Iceperience.Id saat jumpa pers di Brewerkz, Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa (14/5).

2. Pemenang EMPC Berkolaborasi

Yang menarik, pemenang EMPC nantinya akan mendapat kesempatan untuk berkolaborasi dengan Sean Miyashiro, founder dari 88 Rising. Tak bisa dipungkiri, 88 Rising kini berkembang menjadi sebuah label terkenal di dunia yang menelurkan bakat-bakat seperti Rich Brian, NIKI, Joji, dan Higher Brother. Dengan kolaborasi ini, nantinya produser musik Indonesia bisa menunjukan tajinya ke dunia international.

"Yang menjadi tujuan kolaborasi ini adalah bagaimana membawa talenta Indonesia ke luar negeri. Mereka punya potensi dan talenta, kami in the very deep discussion. Hopefully, dengan kolaborasi ini kami akan menemukan talenta Indonesia luar biasa for go intrnational," tutur Andi Sadha selaku perwakilan 88 Rising.

"Kami punya filosofi, harus berani ambil resiko. Ya kalau mau setengah-setengah ya jadinya setengah-setengah. Bukan gambling cuma ya take a challenge. Commit di taun ketiga memberikan wadah dan talent lokal agar terealisasi tahun ini," timpal Diopsaputra menjelaskan alasan bekerja sama dengan 88 Rising.

3. Dinilai Oleh Juri Kompeten

Nantinya peserta EMPC bakal dinilai oleh juri-juri yang kompeten di bidangnya. DJ Winky Wiryawan, Riri Mestica, DJ Sumantri, Eka Gustiwana, DJ Haji, Fajar Juliawan, Lawrence Philip (SAE Institute Jakarta), serta tentunya Sean Miyashiro selaku CEO dan Founder 88 Rising akan menyaring siapa yang layak menjadi jawara. Pendaftaran EMPC dibuka secara nasional mulai 15 Mei 2019 via online melalui website www.iceperience.id.

4. Diramaikan DJ Battle

Selain EMPC, rangkaian ICE 2019 juga diramaikan dengan DJ Battle yang akan digelar di Jakarta dan Bandung. Dalam event ini peserta akan dinilai dalam dua kategori, yakni Club mix dan Beat Juggler/Open Style. Tidak hanya cash money, pemenang DJ Battle akan mendapat kesempatan untuk tampil khusus di beberapa club di Asia.

"Kami akan buatkan tour khusus. mereka akan lakukan short tour di beberapa negara Asia. Ini hadiah yang sangat personal bagi pemenang. Kalau dulu mereka ke luar negeri untuk menonton, sekarang mereka akan ditonton," terang DJ Akdha selaku pelaksana program DJ Battle.

5. Workshop

ICE 2019 juga makin menarik dengan hadirnya workshop di Jakarta dan Bandung bagi para pelaku serta penikmat musik elektronik Indonesia. Dengan materi yang tak hanya bicara soal tekhnik dasar menjadi DJ atau produser, workshop ini akan menjadi daya tarik bagi penikmat musik elektronik untuk menambah wawasan mereka khususnya tentang musik elektronik.

Terakhir, ICE 2019 juga bakal menghadirkan party event di sepanjang tahun ini. Salah satunya adalah kinetICE yang bakal tersaji di bulan Oktober 2019. Kinet ICE menawarkan konsep yang berbeda bagi para partygoers Tanah Air. Kolaborasi antara teknologi, orchestra, choir, DJ dan lainnya bakal memberi partygoers Tanah Air merasakan experience yang berbeda dan belum pernah didapati di party event lainnya.

 

(kpl/pur/CDP)