Festival Musik Cherrypop 2026 Meriah, Ada Aksi Nyata Peduli Sampah Plastik

instagram.com/cherrypopfest
Kapanlagi.com - Festival musik Cherrypop 2026 sukses digelar selama dua hari di kawasan Candi Prambanan, tepatnya pada 22-23 Agustus 2026. Festival tahunan yang digagas oleh Swasembada Kreasi ini kembali menjadi ajang bagi anak muda untuk berkumpul dan menikmati musik dari berbagai genre.
Sebanyak empat panggung disiapkan untuk memanjakan pengunjung, yaitu Cherry Stage, Nanaba Stage, Yayapa Stage, dan Chili Stage. Pada hari pertama, penonton disuguhi penampilan Juicy Lucy, Maliq & D'Essentials, Senyawa, NDX AKA, The Panturas, hingga Stars and Rabbit.
Sementara hari kedua diisi oleh Nadin Amizah, Sal Priadi, Reality Club, Elephant Kind, Perunggu, dan The Adams. Antusiasme penonton terlihat semakin ramai memasuki sore hingga menjelang Magrib. Keempat panggung dipadati pengunjung yang menikmati penampilan musisi favorit mereka masing-masing.
Advertisement
Di tengah kemeriahan itu, ada satu stan yang membawa pesan berbeda. Prevented Ocean Plastic Southeast Asia atau POPSEA hadir sebagai mitra keberlanjutan Cherrypop 2026, mengajak anak muda berpikir ulang soal sampah plastik yang mereka hasilkan selama menonton konser.
"Kami menyambut baik kolaborasi dengan Cherrypop 2026 dan berharap festival-festival musik lainnya juga memiliki mitra keberlanjutan seperti kami," ujar Daniel Lawrence Angelo, CEO POPSEA, saat ditemui di sela-sela Cherrypop 2026 di kawasan Candi Prambanan, Sabtu (22/8/2026).
"Apalagi di festival seperti ini pasti banyak menimbulkan sampah botol plastik. Kehadiran kami menjadi sarana edukasi bahwa sampah plastik adalah tanggung jawab kita bersama," sambungnya.
1. Bukan Pemain Baru

POPSEA bukan pemain baru di industri daur ulang Tanah Air. Sebagai bagian dari inisiatif global Prevented Ocean Plastic yang berbasis di Inggris, perusahaan ini sudah membangun jaringan fasilitas pengumpulan dan pemilahan plastik di 12 kota, mulai dari Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Serang, Sukabumi, Bantul, Semarang, Samarinda, hingga Makassar.
Dalam dua tahun terakhir, POPSEA telah mendaur ulang lebih dari 2 miliar botol plastik dan berkontribusi mengurangi lebih dari 297 juta kilogram emisi karbon. Meski begitu, bagi Daniel, angka-angka tersebut bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.
"Selama ini masyarakat mungkin belum mendapatkan informasi yang cukup informatif tentang sampah plastik, mulai dari apa itu sampah plastik, mengapa penting dikelola, hingga menjadi apa hasil daur ulangnya. Kami hadir untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dan memberikan pemahaman yang nyata di lapangan," jelasnya.
"Masyarakat mungkin bertanya, sampah plastik ini apa sih, fungsinya kenapa, hasilnya nanti jadi apa. Ini yang mungkin masyarakat kita masih sangat kurang informasi. Karena itu, kami tidak hanya aktif di sektor industri, tetapi juga di ruang-ruang publik tempat anak muda berkumpul," sambungnya.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
2. Beri Dampak Sosial Besar
Selain aktif memberi edukasi, POPSEA juga membawa dampak sosial yang cukup besar. Saat ini POPSEA tumbuh bersama 340 pekerja dan 1.669 waste heroes yang tersebar di jaringan mereka. Lebih dari separuh pekerjanya adalah perempuan yang memegang peran penting dalam kepemimpinan perusahaan.
"Harapan terbesar kami adalah masyarakat semakin memahami bahwa tanggung jawab terhadap sampah plastik yang kita hasilkan bukanlah tanggung jawab pihak manapun, tetapi dimulai dari diri kita sendiri," jelas Daniel.
Kolaborasi dengan Cherrypop 2026 pun disebut baru permulaan. POPSEA berencana merambah lebih banyak sektor dan acara lain di Indonesia.
"Kami akan terus menjalin komunikasi dengan berbagai penyelenggara acara, tidak hanya festival musik, tetapi juga event-event lainnya. Kami ingin kolaborasi keberlanjutan seperti ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap kegiatan besar di Indonesia," ujar Daniel.
(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)
(kpl/far/ums)
Advertisement












































