Drama Musikal Laskar Pelangi, Sisi Lain Bu Muslimah

Fajar Adhityo  |  Jumat, 17 Desember 2010 14:26
Drama Musikal Laskar Pelangi, Sisi Lain Bu Muslimah
Musikal Laskar Pelangi Foto: Uji

Kapanlagi.com - Trio keriting, Mira Lesmana, Andrea Hirata, dan Riri Reza memenuhi janjinya dengan memberikan pementasan drama musikal Laskar Pelangi yang istimewa. Pertunjukan yang mulai digelar 17 Desember 2010 sampai 9 Januari 2011 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, memberikan atmosfir berbeda dari buku maupun filmnya.

Tangan-tangan berbakatlah yang membuat cerita Laskar Pelangi bermetamorfosis dalam panggung drama tersebut. Bertindak sebagai sutradara Riri Riza, musik dan composer digarap Erwin Gutawa, naskah dan lirik lagu oleh Mira Lesmana, dan pengarah desain artistik oleh Jay Subiyakto. Drama ini lebih menonjolkan sisi Belitung khususnya kampung Gantong yang kaya timah namun penduduk setempat miskin.

Keterbatasan sekolah dan materi, membuat ketergantungan pada SD Muhammadiyah sangat besar jika para buruh ingin anaknya sekolah agar bisa merubah nasib. Keluarga Ikal sama sekali tak dimunculkan dalam drama ini. Bu Muslimah yang diperankan oleh Lea Simanjuntak menjadi tokoh sentral sebagai tulang punggung SD Muhammadiyah.

Laskar Pelangi versi musikal ini dibintangi Dira Sugandi, Lea Simanjutak, Eka Deli, penyanyi idola cilik Gabriel, Patton, Bastian, Ashilla dan dari AFI Junior, Teuku Rizki. Waktu pertunjukan pukul 19.00 pada Selasa dan Minggu serta ada waktu tambahan pukul 14.00 pada Sabtu dan Minggu.

Jay Subiyakto sempat menyebut pekerjaan desain drama ini adalah pekerjaan paling berat selama karirnya. Ternyata memang benar adanya. Setting panggung drama Laskar Pelangi benar-benar memukau. Ada 15 set yang berbeda. Dan pergantiannya sangat cepat. Jay, sepanjang gladi bersih yang berlangsung Kamis, 16/12, duduk di sebelah kiri panggung untuk melihat apakah pergantian set berjalan lancar.

Bahkan, Jay benar-benar memberikan hujan dan pelangi di pertunjukan ini. "Deg-degan ini," katanya saat istirahat pertunjukan. Drama berlangsung selama dua jam, dengan jeda 20 menit pada setengah perjalanan. Lagu-lagu yang disiapkan oleh Erwin Gutawa, cenderung sederhana sehingga bagi anak-anak pun mudah dicerna.  (kpl/uji/faj)

Lihat Arsip Musik

- - -