Dipha Barus Dinobatkan Sebagai DJ of The Year di Paranoia Awards 2018

Sabtu, 10 November 2018 14:22  | 

Dipha Barus



Dipha Barus sabet DJ of the Year di Paranoia Awards 2018 / Credit: KapanLagi - Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Paranoia alias Party at No Limitation sebagai program yang bertujuan untuk memajukan Electronic Dance Music (EDM) di Industri Musik Tanah Air menggelar Paranoia Awards 2018. Ajang ini dijadikan sebagai ajang eksistensi dan apresiasi bagi semua pihak yang punya komitmen dan kecintaan terhadap musik EDM.

Ajang ini telah memasuki edisi ke-15. Dan untuk tahun ini, penyelenggaraannya didukung penuh oleh Iceperience.id dan juga Hardrock FM. Tema yang diusung kali ini adalah Dance, Party, Unit.
 
"Paranoia Awards 2018 adalah salah satu bentuk konsistensi Iceperience dalam memajukan electronic dance music industry di Indonesia, agar bisa upgrade dan go internasional. Sesuai temanya, Iceperience ingin mempersatukan semua penggemar dance music tanpa membedakan genre, sekaligus memberikan penghargaan kepada semua pihak yang punya peran dalam memajukan industri dance music," jelas Diopsaputra, perwakilan dari Iceperience.id.

Event ini digelar di The Pallas, Jakarta, Rabu (7/11) kemarin. Beberapa nama musisi EDM top pun turut tampil, seperti Jevin Julian, Weird Genius, Dipha Barus, Cyda, Roni Joni hingga Fun on A Weekend.

1. Bukan Kontes Popularitas

Paranoia Awards yang disebut sebagai ajang penghargaan EDM paling prestisius bukanlah kontes popularitas. Penilaian dari tiap kategori dilakukan dengan sangat ketat oleh para dewan juri yang kompeten di dance music industry Tanah Air, melibatkan DJ Senior, MC, Nightlife Photographer & Nightlife Media.

Sejak fase submission yang digelar mulai tanggal 1 hingga 31 Agustus 2018 lalu, terhitung ada 200 lebih nominasi yang masuk dan bersaing untuk menjadi yang terbaik di 25 kategori. Dari submission tersebut, Hard Rock FM kemudian melakukan voting pada 1 hingga 25 Oktober 2018 untuk menentukan siapa nominasi 3 terbaik di masing-masing kategori. Hingga penutupan voting, tidak kurang dari 10 ribu vote mengalir ke berbagai nominasi.

Dan pada akhirnya, dewan juri yang menentukan 1 pemenang terbaik (The Best) di setiap kategori berdasarkan berbagai pertimbangan. Umumnya, penilian juri berdasarkan eksistensi, konsistensi dan kontribusi selama satu tahun belakangan, kualitas gigs seorang DJ, MC, VJ, maupun event, serta pertimbangan lainnya.

2. Dipha Barus Sabet Gelar DJ of The Year 2018

Beberapa nama DJ papan atas Tanah Air berhasil meraih penghargaan di Paranoia Awards 2018. Salah satu kategori paling bergengsi, yakni DJ of The Year 2018 jatuh ke tangan Dipha Barus, menyisihkan nama-nama besar lainnya seperti Attila Syah, Claudia Jaramillo, DJ WW dan DJ Yasmin.

"Terima kasih semuanya. Saya sangat bangga dan senang. Ini buat kalian teman-teman. Sebenarnya saya bingung mau ngomong apa. But, this is for you guys. Thank you so much for Iceperience.ID dan semua pelaku electronic dance music (EDM) yang ada di sini. Juga para DJ di luar sana. Semoga electronic dance music tetap jadi musik nomor satu di Indonesia," ujar Dipha Barus sambil memegang trophy kemenangan.

Tak hanya Dipha Barus, DJ Riri juga meraih penghargaan bergengsi yakni Lifetime Achievement Award sebagai hasil dari dedikasinya di industri musik dance di Tanah Air.

3. Paranoia Awards di Mata Dipha Barus

Dipha Barus melihat ajang Paraonia Awards sebagai langkah yang sangat inovatif dan berani dalam memajukan musik EDM Tanah Air. Sebagai DJ, Ia sangat mendukung jalannya event tahunan yang sudah digelar sejak 2004 silam ini, terlebih lagi sekarang nominasi yang disediakan pun semakin beragam.

"Paranoia Award paling prestige karena telah menjadi poros roda jalannya scene dance music di Indonesia. Kalau diperhatikan, musik dance sekarang mulai mengarah ke pop dan sudah merajai tangga-tangga lagu pop di Indonesia. Paranoia Awards mengingatkan kita untuk kembali ke root, bangkit dari underground dan kini mulai dihargai masyarakat," jelas pria berusia 32 tahun itu.

4. Sejarah Paranoia Awards

Program Paranoia pertama diselenggarakan pada 6 Juli 2001 silam. Kala itu, acara dimeriahkan oleh MC Q & DJ Noxx yang menjadi icon sekaligus trendsetter di scene party Jakarta pada eranya. Barulah pada tahun 2003 Ide awal memunculkan awards mulai digagas dengan memilih sendiri best party serta DJ & Party paling iconic secara on air.

Nama Paranoia Awards kemudian mulai resmi digunakan pada tahun 2004 dengan memberikan penghargaan di beberapa kategori party berdasarkan genre, seperti Best Drum & Bass Night, Best R&B Night, Best Trance Night dan lain-lain dalam sebuah Awarding Night. Dari hanya penghargaan berdasarkan genre, akhirnya Paranoia Awards bertranformasi semakin luas dengan memberikan penghargaan kepada DJ, MC, VJ, Event & Club sejak edisi ketiga pada tahun 2006.

Jika awalnya hanya di regional Jakarta, pada Paranoia Awards 2010 cakupan nominasi mulai meluas ke sejumlah region lain yakni Bandung, Surabaya, & Bali tempat Hard Rock FM eksis. Kemudian pada 2016, Paranoia Awards melebarkan sayapnya hingga ke seluruh Indonesia dengan memunculkan nominasi dari Makassar, Lampung, Palembang, Lombok dan kota-kota besar lainnya.
(kpl/gtr)