Dijamin Lebih Segar, Singel Baru The Panturas 'Tafsir Mistik' yang Bernada Melayu

Sabtu, 06 Maret 2021 13:30


The Panturas (Credit: Istimewa)

Kapanlagi.com - Sukses merilis single Balada Semburan Naga pada akhir tahun 2020 lalu, grup musik asal Jatinangor, The Panturas kembali melepas lagu baru berjudul Tafsir Mistik. Lagu ini sekaligus menjadi gerbang menuju album kedua The Panturas setelah sukses dengan album Mabuk Laut yang dirilis di tahun 2018 lalu.

Berbeda dengan lagu The Panturas yang sebelumnya, Tafsir Mistik ini dimainkan dengan nada Melayu. Ditambah lagi perpaduan harmoni gitar musik Gipsi yang unik dan Arabik sehingga lagu Tafsir Mistik terdengar lebih segar.

1. Tak Monoton

"Buat kami ini gaya baru karena memainkan chord gitar yang terus berganti tangga nada. Dengan intro Melayu lalu di bagian tengah dimasukkan karakter musik Gipsi atau Balkan. Kami tidak ingin menjadi monoton dengan menciptakan lagu-lagu surf rock yang puritan," kata bassis Bagus 'Gogon' Patria, seperti keterangan pers yang diterima Kapanlagi.com, Jumat (5/3/2021).

Lagu Tafsir Mistik ditulis oleh vokalis sekaligus gitaris The Panturas, yakni Zaki Nabilio atau yang akrab disapa Acin. Dia mengatakan, lagu Tafsir Mistik terinspirasi dari Django Reinhardt, seorang pemain gitar gypsy-jazz asal Prancis yang tersohor di era paska Perang Dunia II.

2. Lirik Personal

Mengenai liriknya sendiri, Acin menggali keresahan yang tak kalah personal. Dia mengangkat problematika sosial, terutama dengan banyak para pemikir karbitan era sosial media.

"Yang merasa idealisme mereka paling benar. Tidak melihat kepada relativisme budaya bahwa benar atau salah itu tergantung dari kacamata kita masing-masing," kata Acin.

3. Menghargai Proses

"Bukan sesuatu hal yang mutlak. Daripada menghakimi, mendingan kita menghargai proses bagaimana mereka bisa mencapai pemahaman 'benar atau salah' tersebut," tambah Acin.

Selain itu, single Tafsir Mistik ini juga menafsirkan misteri perihal album penuh kedua bagi band yang beranggotakan Abyan Zaki Nabilio (vokal/gitar), Rizal Taufik (gitar), Bagus Gogon (bass), dan Surya Fikri Asshidiq (drum). Kabarnya, album kedua ini akan dirilis pada pertengahan 2021 mendatang.

4. Keragaman Budaya

"Kami akan merayakan keragaman budaya. Ibarat sebuah kapal yang tengah mengarungi archipelago Nusantara, musik yang tersaji nomadik jenisnya, dari Broadway sampai ke Semenanjung Arab. Fusion dari surf rock, punk, garage, waltz, Mandarin, Balkan, hingga ritmik Melayu,” pungkas Bagus 'Gogon' Patria.

Kehadiran pandemi Covid-19 memang tak seharusnya jadi penghalang untuk terus produktif. Di samping itu, pastikan #IngatPesanIbu. Rajin cuci tangan, selalu pakai masker, dan jangan lupa jaga jarak ya!

(kpl/far/tdr)