Demi Perekonomian Daerah, Marwan Jafar Berharap Konser Perbatasan Bisa Digelar Lagi

Senin, 25 November 2019 19:01  | 

Slank



Kapanlagi/Matias Purwanto

Kapanlagi.com - Pada pertengahan 2016 lalu, sebuah konser bertajuk konser perbatasan sempat meramaikan permusikan Indonesia. Saat itu band legendaris Slank menjadi penampil di 10 titik kota perbatasan Singkawang dan Atambua.

Konser perbatasan tersebut digagas oleh Marwan Jafar yang kala itu menjadi Menteri Desa, Permukiman Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Ditemui di kawasan Senayan beberapa waktu lalu, Marwan Jafar pun bercerita kembali soal konser perbatasan yang saat itu menjadi sosialisasi kementerian yang ditanganinya.

Meski saat ini sudah tak menjabat dan duduk di kursi DPR RI Komisi VI bidang industri, investasi, dan persaingan usaha, Marwan Jafar mengaku senang jika konser perbatasan tersebut bisa dilanjutkan kembali. Pasalnya, tak hanya bagus untuk indusri musik saja, dengan adanya konser perbatasan bisa meningkatkan perekonomian daerah perbatasan.

"Kalau diingat lagi keren itu konser perbatasan. Daerah perbatasan itu sangat miskin, terbelakang dan tertinggal. Kalau digelar konser atau ada even bagus, bisa growing up perekonomian di desa," kata Marwan Jafar.

 

1. Berikan Dampak Positif

Lebih dari soal peningkatan ekonomi, menurut Marwan Jafar konser perbatasan bisa memberi dampak yang jauh lebih positif bagi Indonesia. Salah satunya adalah pemerataan pertumbuhan di bidang ekonomi, infrastruktur dan lainnya.

"Supaya imbang pertumbuhan antara pusat dan daerah. Saya pernah nginep di hotel di Kalimantan, tapi listrik masih byar pet," ucap Marwan Jafar.

2. Perhatikan Perkembangan Industri Musik

Bicara soal musik, Marwan Jafar juga ternyata memperhatikan perkembangan industri musik saat ini. Menurutnya, musik Korea atau KPop saat ini mejadi yang paling berkembang. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya konser musisi Korea yang ada di banyak negara utamanya Indonesia.

"Kalau sekarang Korea (Kpop) ya lagi bagus. Kebetulan anak saya suka Kpop jadi saya tahu," tandasnya.

(kpl/pur/frs)