Chossy Pratama Bikin Lagu Sejak Kelas 4 SD

Chossy Pratama Bikin Lagu Sejak Kelas 4 SD Chossy Pratama © KapanLagi.com®/Mathias Purwanto

Kapanlagi.com - Salah satu pembuat soundtrack Sinetron yang cukup laris di era 90-an, Chossy Pratama, telah mendapatkan kemampuan composing musik sejak berusia 10 tahun. Kepada KapanLagi.com®, pria ini bercerita tentang lagu pertama yang dibuatnya tersebut.

"Bikin lagu pertama kelas 4 SD, sekitar umur 10 tahun. Ceritanya mengenai martir nasrani namanya Macelino," ungkap Chossy saat ditemui di Padang, Sumatera Barat beberapa waktu lalu.

Insting bermusiknya telah mendarah daging pada dirinya. Kedua orangtua Chossy merupakan musisi yang cukup ahli di genre masing-masing. "Bapakku pemain keroncong, sedangkan ibu pemain piano klasik," katanya.

Passion bermusik telah dirasakannya sejak kecil. Dimulai dengan bermain piano, kemudian ia bertemu dengan dua orang rekan ayahnya yang akhirnya memperkenalkan Chossy pada musik Bossanova.

"Kalau passion musik dari kecil. Saya main piano. Lalu ketemu dua temen ayah yang kebetulan lulusan dari Belanda yang bikin saya tertarik mereka main Bossanova. Saya belajar dengan mereka," kenangnya.

Chossy Pratama, salah satu composer soundtrack sinetron legendaris Indonesia © KapanLagi.com®/Mathias PurwantoChossy Pratama, salah satu composer soundtrack sinetron legendaris Indonesia © KapanLagi.com®/Mathias Purwanto

Meskipun memiliki passion bermusik, Chossy pernah berhenti main musik pada tahun 1972. Semua karena dirinya tak melihat musik bisa menjadi pegangan masa depannya.

"Karena pada saat itu saya lihat musik gak punya masa depan. Orangtua jaman dulu menginginkan anaknya bermain musik tapi tidak sebagai pemain profesional. Balik ke dunia musik 15 tahun kemudian. Yang membuat saya kembali ke musik adalah alm. Aloysius Arianto. Beliau itu mentor saya yang mengatakan saya harus kembali ke dunia musik. itu tahun 1987, umur saya 38 tahun," cerita Chossy.

Menggeluti dunia musik dari era 90-an, berbagai perbedaan dirasakan oleh Chossy. Salah satu hal yang dirindukan oleh pria ini adalah saat di mana menjalankan sesi recording.

"Bedanya teknologi recording. Kalau jaman sekarang bisa sambung menyambung. Kalau dulu harus rekaman live dari depan sampai belakang harus bener."

Sebagai salah satu insan musik, Chossy berharap musik tanah air. "Semoga musik Indonesia tetap menjadi tuan rumah di negerinya sendiri," pungkasnya.

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

(kpl/pur/otx)

Rekomendasi
Trending