Captain Does Akan Tampil di Lima Kota di Indonesia
Kapanlagi.com - Grup kabaret Captain Does berbahasa Jawa dari Suriname akan tampil di sejumlah kota di Indonesia, di antaranya di Jakarta, Surabaya, Solo, Yogyakarta, dan Lampung.
Suparmin Sunjoyo, mantan Duta Besar Indonesia di Suriname (2002 - 2006), yang turut menjemput rombongan dari Suriname itu di Bandara Sukarno Hatta, Senin (5/11), mengatakan mereka adalah grup yang akan tampil dengan iringan lagu-lagu, tarian, gamelan, dan musik barat. Bahasa yang digunakan adalah Jawa dan Belanda.
"Kalau di Jakarta, mereka seperti grup lawak Patrio, Dorce, atau Olga CS. Pokoknya lucu, karena penampilan mereka disertai lawakan," katanya dalam siaran pers Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI).
Rombongan kesenian tersebut berjumlah enam orang, yaitu Salimin Arjooetomo alias Captain Does (57), merangkap sutradara, Rochmani Wongsosemito (60), Argil Ardjooetomo (31), Sulianto Amatirsat (23), dan Henry Doel (46), kameramen.
Advertisement
Selama di Indonesia (6 - 25 November) rombongan kesenian Captain Does akan pentas di sejumlah kota. Di Surabaya mereka diharapkan tampil bersama tim Cak Durasim. Di Solo mereka akan berpentas di Sri Wedari.
Di Yogyakarta rombongan direncanakan bersilaturahmi dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X, sedangkan di Lampung mereka akan tampil bersama seniman lokal di halaman Museum Nasional Ketransmigrasian di Gedong Tataan, Lampung.
Museum ini dibangun tahun 2005 berkaitan dengan peringatan 57 tahun transmigrasi dan mengenang 100 tahun `kolonisasi` di Indonesia. Sejak kolonisasi puluhan ribu orang Jawa ke Suriname pada tahun 1890, cukup banyak seni budaya Jawa yang berkembang di negara yang terletak di Benua Amerika itu.
Pada tahun 1990-an cerita dengan latar belakang Ande-Ande Lumut dengan bahasa pengantar bahasa Jawa cukup populer di sana, termasuk pula seni Ludruk.
Sejalan dengan arus globalisasi, kesenian bercorak tradisional Jawa semakin memudar, namun roh banyolan yang menjadi ciri khas kesenian tersebut masih dipertahankan.
Suparmin menilai kunjungan grup seni itu merupakan salah satu upaya untuk memelihara kesenian tradisional berkembang di Suriname. "Apalagi, dari rombongan tersebut hanya Captain Does saja yang pernah datang ke Indonesia," katanya.
Kehadiran rombongan tersebut tak terlepas dari hasil kerja Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) tahun 2004. Pada saat itu, delegasi dari Indonesia dipimpin Sugiarto Sumas menjalin kerja sama dengan SIFA (Suriname - Indonesia Friendship Association). Hasil dari kunjungan tersebut adalah terbentuknya Pewaris (Perhimpunan Warga Indonesia - Suriname) di Indonesia.
Sejak ditandatanganinya kerja sama antara Kadi Kartokromo (Ketua SIFA) dan Hasprabu (Sekretaris Jenderal DPP PATRI) tersebut, maka sudah beberapa kali dilakukan kunjungan misi kebudayaan dari Suriname ke Indonesia, di antaranya kunjungan dalam rangka menyambut 100 tahun kolonisasi di Indonesia.
Tamu kesenian dari Suriname itu juga disambut oleh Sarimun Hadisaputra (Ketua Pewaris), Sugiarto Sumas (Sekretaris Pewaris yang juga salah satu direktur di Depnakertrans), Hasprabu (Sekjen DPP PATRI), Sarmoedjie (eks Repatrian Suriname), dan Saimbang (wakil dari Kedutaan Besar Suriname di Indonesia).Â
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(*/boo)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
