Bintang5 Tawarkan Nuansa Retro

Bintang5 Tawarkan Nuansa Retro Bintang5 Foto: Wawan

Kapanlagi.com - Berandai-andai adalah satu karunia Tuhan dalam bentuk imajinasi pikiran yang menjadikan tiap insan manusia bisa menerawang jauh ke langit, menerobos dimensi ruang dan waktu, menerjang segala keterbatasan hingga kadang batasan-batasan dogma pun mampu dilangkahinya guna memenuhi hasrat sang pengandai. Namun demikian, dari lamunan sesaat inilah segala reka cipta dan bentuk berkesenian tinggi yang ada di bumi bisa terwujudkan.

Tidak sedikit grup band penguasa pasar musik yang diawali dari implementasi pengandaian para personilnya yang ingin menjadi musisi terkenal. Dan tidak salah juga jika seorang pemain drum bernama Panca membayangkan suatu saat memiliki band dan bisa merilis karya.

Rupanya, berkat kerja keras dan komitmen, impian itu segera terlaksana. Pada 31 Oktober 2008, bertempat di sebuah cafe di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, Panca bersama kolega-koleganya, Nanto (gitar), Ryo Antonio (bass), dan Iantugie (keyboard) sepakat mendirikan band dan diberi nama Bintang5. Padahal saat itu mereka belum memiliki vokalis. Namun jodoh segera mempertemukan mereka dengan Yusuf yang karakter vokalnya ternyata sangat diinginkan Panca dkk.

"Kami sebelumnya pernah punya band sendiri-sendiri yang memainkan bermacam genre musik dan secara jam terbang boleh dibilang cukup memadai. Sehingga saat bergabung pun orientasi kami langsung menuju rekaman, bukan lagi mengejar latihan dan isian acara-acara di panggung. Nama Bintang5 kami pilih juga sebagai perlambang keberadaan kita berjumlah lima ini yang ingin ikut menghiasi belantika musik di tanah air, syukur-syukur bisa di tingkat regional bahkan internasional," ujar Panca dengan mantap.

Karena kesiapan yang memadai baik pada penguasaan tehnik dan alat musik serta materi album, perjalanan menuju dapur rekaman terasa cukup singkat. Dalam hitungan triwulan, di studio Kantong milik drummer beken Gilang Ramadhan, Bintang5 akhirnya menuntaskan pekerjaan besarnya. Jalan mulus pun kembali diperoleh saat SMM Record bersedia menaungi dan merilis serta mendistribusikan karya-karya band dari Jakarta ini.

Setelah melewati masa persiapan yang juga tergolong cepat, di medio 2009 ini karya perdana Bintang5 sebuah album bertajuk ANDAI SAJA bisa dinikmati masyarakat pencinta musik.

Menyuguhkan segenap sajian musik pop yang bernuansa sedikit retro, Bintang5 berusaha memberikan karya-karya melodius berbau lawas yang begitu apik dan dikemas dalam pop kekinian yang tentu saja easy listening. Unsur-unsur pemanja kuping segera terdeteksi saat single Andai Saja diperdengarkan.

Nomor bertempo medium ini membungkus lirik bercerita tentang cinta sejati seorang lelaki yang dinodai oleh kepergian pasangannya. Karakter sang vokalis yang mampu berwarna 70-an pun, menjadi pemanis dalam tembang iris nadi berjudul Katakanlah. Nuansa beat-beat disko era 80-an yang legendaris juga bisa disimak jejaknya pada nomor seru berjudul Ratuku. Satu lagu yang patut juga disimak adalah nomor beraksen rock 70-an, Putri Malang, yang diciptakan oleh sang produser.

Rajutan pengandaian para personil Bintang5 sepertinya hampir memasuki tahap perwujudan. Dan lewat penikmat musik di nusantara lah 'benang terakhir' rajutan mimpi itu terangkai.    

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/wwn/npy)

Rekomendasi
Trending