Bertha: Jadi Penyanyi Besar Perlu Pengorbanan Besar

Darmadi Sasongko  |  Selasa, 30 Maret 2010 12:08
Bertha: Jadi Penyanyi Besar Perlu Pengorbanan Besar
Bertha

Kapanlagi.com - Penyanyi dan instruktur vocal Etha Herawati atau yang akrab dipanggil dengan Bertha mengaku prihatin dengan langkanya penyanyi solo yang berkualitas di Indonesia. Meski banyak audisi penyanyi, tetapi hal itu ternyata tidak serta merta mampu mendorong lahirnya calon penyanyi berkualitas.

Salah satu penyebab adalah tidak adanya karakter kuat dalam diri calon penyanyi serta kurangnya tekad di kalangan anak muda untuk mengembangkan bakat yang dimiliki.

"Untuk dapat menyanyi secara benar, selain butuh semangat tinggi juga butuh tekad yang kuat. Ini yang sekarang ini jarang kita dapati dalam diri calon penyanyi sekarang. Kalau mau jadi penyanyi besar ya perlu pengorbanan yang besar," ujar Bertha ketika ditemui KapanLagi di Yogyakarta, Senin (29/3).

Ditambahkan Bertha, audisi penyanyi yang sekarang banyak dilakukan di TV swasta sama sekali tidak bervisi pembinaan, selain mengejar rating. Karena itu, jika kemudian banyak pemenang audisi yang 'hilang' dari peredaran setelah menang, hal itu karena pihak penyelenggara sama sekali tidak punya kepentingan edukasi.

Meski demikian, Bertha tidak setuju jika audisi itu dianggap hanya melahirkan penyanyi karbitan. "Untuk bisa sukses, orang mempunyai jalan hidup masing-masing. Kalau memang mereka suksesnya lewat jalan itu, siapa yang bisa menolak takdir? Asal tahu saja, saya ini 'diperkosa' 6 orang sehingga jadi penyanyi. Tapi itu khan jalan hidup. Ya harus kita terima," ujar Bertha dengan gaya khasnya.

Selain karena kurangnya etos juang yang tinggi, banyak calon penyanyi yang salam paham dalam memahami definisi menyanyi. Banyak yang memahami bahwa menyanyi adalah pekerjaan, padahal dalam pandangannya menyanyi adalah bermain. Karena itu menyanyi dapat dilakukan siapa saja dan kapan saja.

"Bahasa Inggrisnya saja kan playing music bukannya doing music. Jadi bermusik dan bernyanyi itu bermain, bukan bekerja. Kalau dalam bermain itu kita dibayar, itu soal lain," ujar Bertha.

Sebagai upaya memasyarakatkan kecintaan masyarakat dalam bermusik dan bernyanyi, Bertha menggagas lahirnya Indonesia Menyanyi, yang merupakan ajang audisi vocal bagi masyarakat dewasa usia 40 tahun ke atas.

Saat ini, Bertha sedang melakukan pendekatan dengan sejumlah stasiun televisi termasuk TVRI untuk menayangkan program ini dan beberapa pihak sponsor sudah sanggup untuk mendukung.  (kpl/sulistyawan/dar)

Lihat Arsip Musik

- - -