Berkat GGS, 7 Lagu Lawas Utopia Ini Eksis Lagi

Rabu, 22 Oktober 2014 08:01  | 

Utophia



Ilustrasi

Kapanlagi.com - Benci atau tidak, sinetron Ganteng-Ganteng Serigala (GGS) membuktikan bahwa mereka memiliki penggemar yang tak bisa dipandang remeh. Belum genap setahun tayang di SCTV, GGS mampu berkuasa di rating sinetron jam prime time Indonesia.

Kendati banyak cibiran muncul karena alur cerita yang dianggap meniru film/serial luar negeri seperti TWILIGHT sampai The Vampire Diaries, GGS membuktikan jika fans mereka yang sebagian besar remaja putri itu masih setia menanti.

Lepas dari pro-kontra adegannya dan kisah kemesraan yang ada, GGS rupanya turut membuat band Utopia (Utophia) populer. Hal ini tak lain karena lagu-lagu lawas Utopia digunakan sebagai theme song dari GGS. Kendati lawas, lagu Utopia dipandang mampu mewakili kisah cinta dalam GGS. Apa aja sih lagunya? (kpl/aia)

1. Mencintaimu Sampai Mati

">

Lagu ini adalah opening theme song dari sinetron Ganteng-Ganteng Serigala. Sejatinya Utopia sudah merilis Mencintaimu Sampai Mati pada tahun 2010 sebagai bentuk single. Lagu keren ini diciptakan oleh vokalis sekaligus wanita satu-satunya dalam Utopia yakni Pia. Sebagai lagu pembuka GGS, tak heran jika Mencintaimu Sampai Mati ada dalam album OST digital yang dirilis GGS pada tahun 2014.

Dalam sepi engkau datang
Beri ku kekuatan tuk bertahan
Kau adalah hatiku kau belahan jiwaku
Seperti itu ku mencintamu sampai mati
Di hidupku yang tak sempurna kau adalah hal terindah yang ku punya

Dipandang sebagai lagu yang sangat menggambarkan kisah cinta manusia dan vampir. Inilah lagu yang selalu kamu dengar saat Nayla (Jessica Mila) mengungkapkan cinta mendalamnya kepada Tristan (Kevin Julio) atau saat Digo (Aliando Syarief) dan Sisi (Prilly Latuconsina) berduaan.

2. Antara Ada dan Tiada

">

Bagi kamu penggemar GGS, mungkin lagu ini adalah lagu yang baru saja kamu dengarkan. Namun tanyakan kepada mereka yang sudah berusia di atas 25 tahunan. Lagu ini adalah soundtrack dari salah satu sinetron hits remaja saat itu, Di Sini Ada Setan. Dibintangi oleh Dude Harlino, Thomas Nawillis dan Nagita Slavina, Di Sini Ada Setan bisa dibilang lebih populer daripada GGS saat itu.

Lagu ini membawa nama Utopia masuk ke belantika musik Indonesia yang membuat mereka memiliki banyak fans. Dirilis pada tahun 2003, Antara Ada dan Tiada kembali digaet GGS sebagai gambaran kisah cinta manusia dan Vampir.

Ku tak bisa menggapaimu takkan pernah bisa
Walau sudah letih aku tak mungkin lepas lagi
Kau hanya mimpi bagiku tak untuk jadi nyata
Dan sgala rasa buatmu harus padam dan berakhir

3. Serpihan Hati

">

Ada dalam album INDAH, Serpihan Hati sudah dirilis oleh Utopia tujuh tahun lalu yakni pada 2007 silam. Kendati demikian, lagu ini dianggap sangat mampu mewakili perasaan para gadis-gadis muda dan vampir ganteng yang saling mencintai tetapi terbatas dunia. Seakan-akan mereka para remaja muda ini hanya fokus pada kehidupan percintaan mereka yang butuh perjuangan hidup mati.

Serpihan hati ini kupeluk erat
Skan kubawa sampai kumati
Memendam rasa ini sendirianku
Tak tau mengapaaku tak bisa melupakanmu

4. Benci

">

Benci merupakan salah satu lagu hits yang dirilis Utopia dan masuk dalam bagian album KEKAL. KEKAL sendiri sudah dirilis oleh band asuhan Aquarius Musikindo ini pada tahun 2005, sembilan tahun silam. Yang membuat Benci layak masuk dalam album OST GGS adalah penggambaran kebencian seseorang yang sudah begitu dicintai dan merebut hatinya tetapi malah mengecewakannya. Yah, theme song galau anak muda saat ini.

Kau mengambil hatiku
Jadikannya kelabu
Kau menghancurkan semua impian
Yang tersimpan sejak dulu

5. Seperti Bintang

">

Masuk dalam bagian album KEKAL yang sudah dirilis tahun 2005, lagu Seperti Bintang ini sekarang begitu digandrungi oleh para penggemar GGS. Lagu ini dianggap begitu cocok mewakili perasaan vampir ganteng idola mereka seperti Tristan dan Digo. Menjadi seorang vampir, kehidupan mereka awalnya begitu membosankan dan kelam sampai akhirnya muncul wanita yang mereka cintai dan membuat hati kelam mereka kembali bersinar. Pas banget kan?

Seperti bintang ia bersinar
Temani hatiku yang kelam
Seperti bintang ia menjelma
Mengisi senjaku yang sepi

6. Hujan

">

Jika biasanya Utopia selalu merilis lagu-lagu dengan irama galau yang lekat, maka melalui Hujan ini, Utopia seolah ingin tampil lebih ceria seperti air hujan yang menghapus kotoran yang ada di bangunan. Lagu Hujan ini sudah dirilis oleh Utopia pada tahun 2007 silam dan menjadi bagian dari album INDAH. Namun lagi-lagi karena GGS, Hujan kembali naik daun dan mampu menghapus kesan sedih yang membuat suasana dalam alur cerita GGS kembali menyenangkan.

Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karena aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri ooohhh..ooo

7. Yang Lalu Biarlah Berlalu

">

Dari daftar yang ada, Yang Lalu Biarlah Berlalu ini adalah lagu Utopia yang paling baru. Memang tak bisa disebut sepenuhnya baru karena Yang Lalu Biarlah Berlalu dirilis tiga tahun lalu tepatnya pada 2011 silam. Dibandingkan lagu sebelumnya, Yang Lalu Biarlah Berlalu memang memiliki kesan yang lebih pop sesuai dengan industri musik Indonesia.

Alasan itu sepertinya yang membuat GGS turut membawa lagu ini sebagai penggambaran audio dari kisah cinta vampir dan manusia remaja yang membuat banyak gadis histeris ini.

Yang lalu biarlah berlalu
Biarkan saja apa adanya
Yang lalu biarlah berlalu
Jadikan kisah hidupmu

(kpl/aia)