BATARA Angkat Isu Sinamot Lewat Single 'Horas Ma Ito'

BATARA Angkat Isu Sinamot Lewat Single 'Horas Ma Ito'
Credit: Istimewa

Kapanlagi.com - Grup musik BATARA resmi memperkenalkan diri ke publik lewat single perdana bertajuk Horas Ma Ito, dirilis 4 September 2026 di berbagai platform musik digital. Lagu ini mengangkat isu sinamot atau mahar dalam tradisi pernikahan adat Batak, dikemas dalam balutan Pop Batak modern bernuansa Hip Dut.

BATARA sendiri diperkuat oleh Zul dan Beatrick yang mengisi posisi vokal, serta Ando di bagian keyboard. Lewat single perdana ini, ketiganya berupaya memperkenalkan identitas musik mereka kepada publik dengan mengangkat cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Batak.

"Memang kita angkat lagu ini sesuai realita yang ada. Sering viral soal kenapa orang Batak itu terkenal lama menikah. Karena memang sinamot ini menjadi beban dan perjuangan besar buat doli-doli Batak," tutur Zul dalam konferensi pers peluncuran single perdana BATARA di Jakarta Selatan, Kamis, 17 September.

"Kita menyemangatinya lewat lagu yang happy, supaya enggak jadi beban saat mengumpulkan mahar. Aransemennya kita buat easy listening dengan irama kopdut karena tren musik sekarang arahnya ke sana, biar bisa masuk ke Gen Z dan Gen Alpha," jelas Beatrix.

1. Cerita di Balik Isu Sinamot

Horas Ma Ito berkisah tentang seorang pria yang jatuh hati pada seorang perempuan yang dianggap ideal, lengkap dengan restu keluarga dan latar belakang profesi yang membanggakan.

Namun, niat untuk membawa hubungan ke jenjang lebih serius mulai goyah begitu ia mengetahui besaran sinamot yang harus dipersiapkan, sebuah situasi yang kemudian semakin rumit ketika ia menemukan pilihan lain dengan nominal sinamot yang justru lebih tinggi.

Alih-alih menyampaikan isu ini dengan pendekatan berat atau menggurui, BATARA memilih mengemasnya lewat cerita yang ringan dan penuh humor, sehingga lebih mudah diterima pendengar dari berbagai kalangan, khususnya generasi muda Batak.

(Irma Darmawangsa Resmi Menikah dengan Irfan Sebastian, Maharnya 50 Gram Emas)

2. Bukan Mempertentangkan Tradisi dan Generasi Muda

Meski menjadikan sinamot sebagai elemen penting dalam cerita, Horas Ma Ito tidak dimaksudkan untuk mempertentangkan adat dengan generasi muda. BATARA justru mengangkat realitas sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat Batak, lalu mengolahnya menjadi karya musik yang ringan sekaligus menghibur.

Di balik candaan seputar nominal sinamot, lagu ini turut menyentuh tema yang lebih luas, seperti cinta, harapan, keluarga, kondisi ekonomi, hingga kesiapan seseorang saat hendak melangkah ke jenjang pernikahan.

3. Perpaduan Pop Batak Modern dan Hip Dut

Dari sisi musikalitas, Horas Ma Ito memadukan karakter Pop Batak modern dengan sentuhan Hip Dut, menghasilkan warna musik yang energik, catchy, dan mudah dinikmati. Formula ini menjadi salah satu cara BATARA menghadirkan identitas budaya Batak dalam kemasan musik yang lebih dekat dengan pendengar masa kini, termasuk generasi muda dan Gen Z.

Dengan single perdana ini, BATARA membuktikan bahwa cerita seputar budaya dan kehidupan masyarakat lokal tetap bisa disampaikan secara ringan, dekat, dan menghibur, tanpa kehilangan karakter aslinya.

(Ariel Tatum resmi ganti nama demi hormati Kakek dan Nenek.)

(kpl/far/ums)

Rekomendasi

Trending