Band Legendaris Rotor 'Bangkit dari Kubur', Irvan Sembiring Jelaskan Alasannya

Sabtu, 16 Maret 2019 21:45


Karya band rock legendaris ini bakal tersedia di media digital! © KapanLagi.com/Akbar Prabowo




Kapanlagi.com - Sepertinya banyak alasan untuk mencintai band legendaris yang satu ini. Pernah menjadi band pembuka pada konser Metallica di Lebak Bulus tahun 1993 cukup menjadi bukti kehebatan band thrash metal asal Jakarta yang digawangi oleh Irvan Sembiring. Apalagi kalau bukan Rotor!

Tahun 2019 ternyata menjadi tahun pilihan Rotor untuk bangkit dari kubur. Setelah lima albumnya yang telah rilis dalam format kaset, sekarang saatnya Rotor mengikuti derasnya arus industri musik dengan menyelam ke dunia digital streaming.

 

1. Rilis DIgital 3 Album

Bersama Warner Music Indonesia, Rotor akan memperdengarkan kembali kengerian musiknya pada khalayak banyak. Ada 3 album yang akan segera dirilis, yaitu Eleven Keys (1995), New Blood (1996), dan Menang (1997) dan sebuah video lirik dari lagu Diplomasi Gila di kanal YouTube Warner Music Indonesia pada tanggal 18 Maret 2019.

"Awalnya saya udah lama ngga nge-band. Asal usulnya dari Facebook sih. Banyak yang nanya, beli CD-nya di mana? Ini ngga pernah dibikin CD-nya. Semua album Rotor cuma kaset," ucap Irvan di kantor Warner Music Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/3).

2. Permintaan Penggemar

"Di luaran itu, banyak yang posting 'kita punya CD Rotor', dia minta bikin dong yang official, yang asli. Fans kan pengennya yang resmi," sambungnya.

Irvan melihat banyaknya keinginan fans untuk mendapatkan kembali karyanya, sedangkan format terakhir albumnya hanya kaset yang sudah sangat langka. Konsultasi pada pemuka agama menjadi jalan yang ditempuhnya mengingat dirinya yang sekarang telah fokus mempelajari dunia agama.

"Ya saya mikir-mikir juga, akhirnya setelah tanya ustaz, kalo ngga dibikin nanti orang lain nyuri jadinya. Akhirnya musyawarah bikin, ya walaupun dari ulang lagi," jelas Irvan.

3. Beri Syarat

"Saya nanya ke beberapa, sebenernya ngga perlu juga musik di-publish lagi, tapi kalo ngga di-publish, nanti orang nyuri. Ya jalan tengahnya dibuat digital. Warner juga kasih izin ke indie label untuk kasih lisensi dari kita," tambahnya.

Sementara ketika ditanya apakah Om Irvan bisa memainkan kembali musiknya, dirinya pun mengaku bisa dan mau. Namun, tidak semudah itu. Ada satu syarat yang wajib dipenuhi, kata personel Rotor yang tinggal tersisa satu-satunya tersebut.

"Nah itu masalahnya. Jadi begitu saya kasih tau Rotor mau dirilis lagi di digital media, setelah ada foto kita di sini, ada beberapa panitia kan telpon untuk ngundang main hahaha," ujar Irvan.

"Gua bilang, lu ngga akan bisa bikin Rotor keluar dari kubur kecuali lu panggil Slayer. Jadi pembukanya Slayer baru gua maen. Dulu kan pembuka Metallica kan, sekarang pembuka Slayer, masa pembuka band baru, rugi dong," pungkasnya.

 

 

(kpl/apt/rna)