CLOSE

Andrea Bocelli Janjikan Penampilan Maksimal di Konser Jakarta dan Borobudur

Andrea Bocelli Janjikan Penampilan Maksimal di Konser Jakarta dan Borobudur
Konser Andrea Bocelli di Indonesia. (dok. Shoemaker Studios)

Kapanlagi.com - Andrea Bocelli kembali menyapa publik Indonesia lewat tur Romanza 30th Anniversary. Konser dijadwalkan di Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026, berlanjut di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada 3 November 2026.

Ini menjadi kunjungan keduanya setelah konser di Jakarta pada 2011.

Dalam konferensi pers daring pada Sabtu (12/9/2026), ia memastikan persiapan matang untuk kedua panggung tersebut. "Meski suara saya mungkin telah berevolusi selama 30 tahun terakhir, saya terus menjaga kesehatan dengan baik agar bisa memberikan penampilan terbaik untuk penonton Indonesia," ujar Andrea Bocelli dengan bantuan penerjemah.

Ia bahkan menyelipkan humor saat berbicara tentang penampilannya kini. "Rambut saya mungkin kini sudah memutih sepenuhnya, namun saya senang menganggapnya sebagai cerminan dari kebijaksanaan dan kedewasaan yang saya bawa dalam perayaan istimewa ini," kata Bocelli.

Kehangatan sambutan publik Tanah Air lebih dari satu dekade lalu diakui masih membekas untuk pelantun Con Te Partirò atau Time to Say Goodbye tersebut. "Saya sangat senang bisa kembali ke Indonesia setelah satu dekade dan terutama menantikan untuk merasakan kembali kehangatan dan kebaikan masyarakatnya," kata sang penyanyi tenor asal Italia tersebut.

Ia melanjutkan pernyataan itu dengan nada rendah hati. "Pertanyaannya, apakah saya pantas untuk keramahan itu, karena publik Indonesia terkenal ramah."

1. Album Romanza Andrea Bocelli

Rangkaian konser ini merayakan 30 tahun album Romanza, rilisan 1996 yang mengubah karier Andrea Bocelli menjadi fenomena global. Dari album ini lahir deretan lagu ikonik seperti "Con Te Partirò", "Vivere", "Per Amore", "Il Mare Calmo Della Sera", "Caruso", "Vivo per Lei", hingga "Time to Say Goodbye" bersama Sarah Brightman.

Romanza terjual sekitar 20 juta kopi di seluruh dunia, meraih sertifikasi Platinum dan Diamond di lebih dari 20 negara, serta pernah memuncaki tangga album di 11 pasar musik berbeda. Pencapaian ini menempatkannya sebagai salah satu album berbahasa Italia paling berpengaruh dalam tiga dekade terakhir.

Bagi Bocelli, ada satu nomor yang selalu melekat di hati pendengar. "Lagu paling ikonik dan yang meninggalkan kesan terdalam bagi penonton adalah 'Con Te Partirò'. Seperti lagu-lagu lain di album ini, lagu tersebut membawa perasaan dan kenangan yang menyentuh jutaan pendengar di seluruh dunia. Lagu inilah yang pasti akan berkesan bagi publik di seluruh dunia dan tentu akan dibawakan di Indonesia," ungkap Andrea Bocelli.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

2. Jakarta dan Borobudur, Dua Pengalaman Konser

Konser Andrea Bocelli di Indonesia. (dok. Shoemaker Studios)

Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, memastikan dua panggung Bocelli di Indonesia akan menghadirkan pengalaman yang berbeda. Borobudur pada 31 Oktober bakal merangkum musik Bocelli dengan warisan budaya Jawa Tengah.

Di Magelang, konser akan dilengkapi kampung budaya yang menampilkan tradisi lokal serta karakter daerah. Sementara itu, perayaan berlanjut ke JIExpo Kemayoran pada 3 November dengan skala konser besar di Ibu Kota.

Prajna menyebut kehadiran tur Romanza 30th Anniversary di Indonesia sebagai kesempatan merayakan warisan musik yang melampaui batas bahasa, genre, dan generasi. "Di tengah ketidakpastian yang meningkat, kami berharap getaran positif dari musiknya bisa menginspirasi orang untuk saling mengasihi, merangkul rasa persaudaraan yang lebih besar, dan berbagi momen koneksi serta kebersamaan," ujar Prajna.

Informasi tiket dan detail acara tersedia di situs resmi andreabocelli.id serta akun Instagram @shoemakerstudios.

3. Andrea Bocelli, Profil Singkat

Andrea Bocelli dikenal sebagai ikon tradisi vokal Italia tertinggi, dengan penjualan album yang telah melampaui 90 juta kopi. Kemampuannya ditempa di bawah bimbingan Franco Corelli, sebelum melejit setelah menjuarai kategori Newcomers pada Festival Sanremo 1994.

Karier klasiknya mengemuka lewat penampilan mahakarya opera di berbagai panggung internasional, bekerja sama dengan konduktor ternama seperti Lorin Maazel, Seiji Ozawa, dan Zubin Mehta.

Dalam rekaman, ia merilis Manon Lescaut yang dikonduktori Plácido Domingo, juga Turandot dan Aida bersama Zubin Mehta yang dirilis pada 2016. Bocelli kemudian merekam La Forza del Destino pada 2017, disusul Lucia di Lammermoor pada 2018 yang juga ia pentaskan langsung di teater, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tenor paling dihormati dan dicintai lintas generasi.

(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)

(kpl/rtn)

Rekomendasi

Trending