Anang Hermansyah Akhirnya Setuju Tolak RUU Permusikan

Kamis, 14 Februari 2019 23:35  | 

Anang Hermansyah



Anang Hermansyah setuju batalkan RUU Permusikan © KapanLagi - Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Source: Instagram/@koalisinasionaltolakruup

Dalam beberapa pekan terakhir, para musisi dibuat mencak-mencak atas kemunculan Rancangan Undang Undang (RUU) Permusikan yang diusulkan oleh DPRD X RI. Pasalnya, banyak pasal yang dianggap begitu tidak masuk akal dan bakal merugikan para musisi jika UU tersebut disahkan.

Tak sedikit musisi yang buru-buru menyalahkan Anang Hermansyah yang notabene kini berstatus sebagai anggota DPR. Padahal, suami dari Ashanty itu sudah menjelaskan jika dirinya juga sejatinya tak setuju dengan beberapa pasal yang dirumuskan.

Menanggapi situasi yang makin getir, akhirnya segelintir musisi menggelar meeting secara tertutup untuk membahas masalah ini secara serius. Pertemuan digelar hari Selasa (12/2) kemarin di Gang Potlot dan diinisiasi oleh Slank.

 

1. Anang Setuju RUU Dibatalkan

Kala itu hadir pula Anang sebagai salah satu 'tokoh utama' dalam situasi ini. Lalu ada pula Glenn Fredly yang mewakili Kami Musik Indonesia, pun beberapa perwakilan dari Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan (KNTL RUU).

Dari pertemuan itu, akhirnya sebuah kesepakatan pun tercapai. Anang yang sebelumnya hanya mengusulkan agar RUU Permusikan direvisi, kini sudah bulat ingin membatalkan saja.

"Saya menangkap aspirasi dari teman-teman musisi terkait dengan RUU Permusikan ini untuk tidak dilanjutkan proses pembahasannya. Sebagai wakil rakyat, aspirasi ini tentu akan saya bawa ke Parlemen. Dalam kapasitas saya sebagai pengusul RUU Permusikan, saya akan mengajukan surat penarikan RUU Permusikan ke Pimpinan DPR, selanjutnya agar dapat diproses sesuai mekanisme yang berlaku," ujar penyanyi asal Jember itu seperti dilansir dari akun Instagram @koalisinasionaltolakruup.

"DPR bersama pemerintah dapat memfasilitasi musyawarah ekosistem musik ini. Langkah ini sebagai bentuk respons atas aspirasi yang berkembang di ekosistem musik Indonesia," sambung Anang.

2. Musyawarah Musik Nasional

Bimbim selaku salah satu penggagas pertemuan ini puas dengan hasil pertemuan. Namun baginya perjuangan para musisi belum berhenti sampai situ saja.

"Setelah mempelajari dengan seksama RUU Permusikan, Slank sepakat dengan rekomendasi membatalkan RUU tersebut. Slank juga mendukung penuh diadakannya Musyawarah Musik Nasional untuk menyerap aspirasi para stakeholder industri musik dari berbagai daerah di Indonesia. Semua demi ekosistem musik Indonesia yang lebih baik," jelas Bimbim.

3. Pendapat Glenn

Dalam konferensi tersebut, diketahui jika masih banyak permasalahan lain di industri musik yang masih harus dibenahi. Karenanya, RUU Permusikan seharusnya dibuat agar lebih mendukung para musisi, bukannya malah sebaliknya.

"Saya pribadi setuju untuk memohon men-drop semua proses RUU Permusikan inisiatif DPR ini, agar kita semua bisa mulai lagi dari awal dengan melibatkan semua komponen ekosistem musik dan bermusyawarah mencari bentuk kebijakan apa yang terbaik bagi kepentingan industri musik maupun non industri musik Indonesia nantiyna," pungkas Glenn.

(kpl/gtr)