Album Baru Soul ID, Album Terakhir

Anton  |  Kamis, 11 November 2010 07:05
Album Baru Soul ID, Album Terakhir
Soul ID

Kapanlagi.com - Grup band hip hop, Soul ID mengeluarkan album barunya. Namun, diakui oleh para personelnya yang terdiri dari Drusteelo, Tabib Qiu dan Jaydee, album keempat ini juga sekaligus sebagai album terakhir.

"Kita rilis album keempat sekaligus album terakhir kita, judulnya LIKE LOVE LIFE. Secara konsep album, ini terakhir. Tapi ini adalah bagian dari perjalanan kita dari tahun 2008. Semuanya menyenangkan dan butuh perjuangan," ujar Jaydee saat peluncuran albumnya di Toko Buku Gramedia, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (10/11) sore.

Ini album terakhir tapi ke depannya bisa saja kita secara personal masih bisa berkarya di tempat lain. Mungkin nanti kita akan ada proyek lain atau tidak kita lihat saja nanti. Selama ini kan kita band indie, jadi sementara kita nabung buat bikin video klip baru.
Soul ID
 

Disebut album terakhir karena dalam perjalanan panjang Soul ID, para personelnya telah banyak mengusung genre hip hop R&B dan musiknya telah banyak merajalela untuk dijadikan industri. Lalu, kenapa album ini disebut album terakhir Soul ID?

"Proses pengerjaannya ini kita buat seolah-olah ini album terakhir kita. Kita ingin album ini jadi sesuatu di industri musik ini. Karena album ini sangat variatif. Ada musik soul, hip hop, rap, R&B, sampe pop melayu juga. Album ini buktikan kita musik hip hop masih kental," ujar Jaydee.

Lalu, apakah berarti dengan album terakhir ini Soul ID akan bubar?

"Sebenarnya bukan itu juga maksud kita. Ini album terakhir tapi ke depannya bisa saja kita secara personal masih bisa berkarya di tempat lain. Mungkin nanti kita akan ada proyek lain atau tidak kita lihat saja nanti. Selama ini kan kita band indie, jadi sementara kita nabung buat bikin video klip baru. Kita bersyukur dua lagu kita diendorse dijadiin iklan," ujarnya

Lebih jauh ditanya soal waktu berkarya mereka yang terhitung relatif pendek, karena cuma bertahan selama dua tahun, hal itu salah satunya dikarenakan alasan biaya produksi yang cukup tinggi.

"Karena kita pikir kita selama ini biaya sendiri. Jadi kita pikir gimana kita bisa survive selama ini. Sebagai musisi yang musiknya segmented kita sadar, tapi kita tetap berusaha agar familiar," jawab Tabib Qiu.    (kpl/adt/bun)

Lihat Arsip Musik

- - -