Akhirnya Digelar Kembali Secara Offline, DWP 2022 Ikuti Aturan Baru Pemerintah

Akhirnya Digelar Kembali Secara Offline, DWP 2022 Ikuti Aturan Baru Pemerintah
Kapanlagi/Irfan Kafril

Kapanlagi.com - Djakarta Warehouse Project (DWP) 2022 akan digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, pada 9 sampai 11 Desember mendatang. Oleh karena itu, untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, Ismaya Live pun melakukan beberapa penyesuaian.

Hal tersebut dilakukan agar sesuai dengan aturan baru pemerintah terkait penyelenggaraan yang mengundang kemaramaian. Aturan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) No e-1963/PW.01.02 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 1 Corona Virus Disease 2019 Pada Sektor Usaha Pariwisata, dalam SK tersebut, tertuang beberapa penambahan persyaratan penyelenggaraan konser, salah satunya soal jam operasional.

1. Penyesuaian

"Memang ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan, semoga tidak harus banyak," ungkap Brand Manager Ismaya Live Sarah Deshita saat jumpa pers DWP di Dragonfly, Jakarta Selatan, Rabu (7/12).

"Tetapi, semoga semua bisa menemukan jalan tengah masing-masing, semoga vibe-nya masih sama seperti DWP sebelumnya," lanjutnya.

2. Segera Diumumkan

Kapanlagi/Irfan Kafril

Dengan demikian, Sarah Deshita menjamin informasi soal rundown dan regulasi terbaru DWP 2022 akan segera diumumkan.

"Updatenya nanti akan diinformasikan lagi, baik soal rundown maupun curfew-nya nanti juga akan disampaikan pertama kali di aplikasi kami, Ismaya Live," ujarnya.

3. Hadirkan Narasi Kebangsaan

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, DWP 2022 kembali menghadirkan narasi kebangsaan dan citra Indonesia yang telah dibawa sejak 2017, narasi tersebut akan hadir dalam bentuk tiga tarian tradisional di Garuda Stage, panggung utama DWP. Ketiga tarian itu adalah tari Eksotika asal Kalimantan, tari Janger asal Bali, serta tari Gajak Gijik asal kebudayaan Betawi, DKI Jakarta.

"Kami ingin menunjukkan kalau Indonesia telah siap menyambut siapapun di negara ini, untuk menyaksikan bagaimana budaya kita," tukasnya.

(kpl/irf/frs)

Rekomendasi

Trending