Ajeng Imitasi KD?
Kapanlagi.com - Ajeng, sekarang mulai menjelajah pentas musik di Indonesia. Gadis muda bernama panjang Ajeng Kurnia Fajrin ini lahir di Jakarta 11 Juli 1986. Malah, SMU baru saja dilaluinya tahun ini.
Bakat nyanyi anak pasangan Tresno Sutriyanto dan Roslina ini, tercium oleh Anang Hermansyah yang juga suami dari penyanyi Krisdayanti. Hanya, waktu itu Ajeng yang warna suaanya masih 'sangat' remaja, tidak langsung diorbitkan oleh Anang. Ajeng diberi kesempatan untuk ikut festival di Shanghai dan sukses.
Secara teknik vokal, Ajeng tidak pernah belajar secara khusus, semua otodidak. Rupanya sang ayahlah yang membawanya mencintai dunia seni suara ini. "Ayah sering mengajarkan saya nyanyi dengan iringan gitarnya," jelas cewek yang pingin jadi psikolog ini kalem.
Album perdananya Ajeng:Pertama sudah rilis dan beredar di pasaran lewat KD Record. Di album ini, Ajeng dipoles menjadi seseorang yang dewasa dan elegan. Dari make up sampai kostum, dikemas dan menampilkan sosok ajeng yang matang.
Advertisement
Single pertama Jangan Pernah Tinggalkan Aku diciptakan oleh Aji Mirza Hakim [??]. Karakter lagu ini 'nyaris mirip' dengan warna lagu KD di album-album awal. Beberapa musisi yang dilibatkan dalam album ini antara lain Dadik Jikustik, Carlo Jikustik, Tiok Ultra, Dika ADA Band, Pongky Singiku, Deny dan Irvan Chasmala, serta Krisna ADA Band.
Bagi Anang, inilah produk pertama dari recording company yang dibuatnya KD Record. Bagi Ajeng, album ini juga merupakan langkah awalnya di pentas musik Indonesia. Sekedar catatan, sayangnya Ajeng demikian identik dengan KD. Dari teknik vokal, cara bernyanyi, gaya dan busana [yang glamour], Ajeng seperti menjadi 'imitator' KD. Salah? Sah-sah saja. Tapi kalau tidak punya jatidiri, bisa-bisa langkahnya tersendat.
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
(tbg/erl)
Advertisement
