Addie MS, Musisi Besar Yang Sempat Ditentang Orang Tua Sendiri!

Addie MS, Musisi Besar Yang Sempat Ditentang Orang Tua Sendiri! Kevin Aprilio - Addie MS ©KapanLagi.com®/BambangERoss

Kapanlagi.com - Addie Muljadi Sumaatmadja atau yang dikenal dengan nama Addie MS merupakan salah satu konduktor besar milik Indonesia. Memulai karir bermusiknya pada tahun 1979, Addie menyimpan banyak kisah menarik yang mengiringi perjalanan karirnya.


Beruntung, tim KapanLagi.com® mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang dengan suami dari Memes itu. Menyambangi kediamannya di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, Addie menyambut tim KapanLagi.com® dengan senyuman khasnya.


Dalam bincang-bincang kali ini, Addie tak segan berbagi kisahnya menjalani karir sebagai musisi. Banyak sekali halangan saat Addie memutuskan untuk berkarir menjadi musisi. Salah satunya adalah saat ayahnya menentang keinginannya untuk jadi musisi.


Bahkan, usai lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), Addie mulai tidak meminta uang kepada ayahnya. Dari situ, keinginan Addie untuk menjadi musisi pun semakin besar. Ia ingin membuktikan kepada ayahnya, jika menjadi musisi bukanlah suatu hal yang merugikan.


Benar saja, Addie kini telah meraih sukses dengan pilihannya menjadi musisi.  Bakat musik yang justru berasal dari kakeknya, Muhammad Susilo, telah menjadikan Addie sebagai musisi besar Indonesia.


Awal karir gimana mas?


Sejak SMP, aku les piano klasik terlambat. Kayak Kevin dan Tristan (belaja piano) udah dari 3,5 tahun. Kalau aku umur 12 tahun, karena dikasih pianonya saat ultah 12 itu. Sebelumnya suka utak-atik piano. Tapi pas di SMP ada event di mana kami satu kelas main kulintang. Di situ aku belajar aransemen dan katanya bagus. Akhirnya jadi aransemen kulintang. Trus di SMA ketemu Ikang Fauzi yang suka rock. Tadinya enggak suka rock. Di rumah aku klasik, tapi di pergaulan aku juga main rock.


Kabarnya sempat mendapat tentangan dari orang tua?


Lulus SMA aku di persimpangan. Musti kuliah tapi enggak ada bidang yang aku minati. Aku disuruh kuliah tapi bidangnya enggak ada yang aku suka selain musik. Orang tua enggak setuju, akhirnya aku kompromi sama papa, tapi tetap enggak setuju. Mulai saat itu setelah lulus SMA aku bilang papa enggak akan minta uang sama papa. Aku tetap di rumah untuk tinggal, tidur, dan makan. Aku hidup cari uang sendiri. Sampe harus minjem uang pun aku jalani.


Lalu, dari mana darah musik mengalir dalam tubuh mas Addie?


Sebenarnya yang seniman banget di keluarga aku enggak ada. Kakek aku Planolog dan Arsitek tapi dia jago main biola. Aku sering takjub denger dia main biola. Ya mungkin kalau darah seni dari situ.


Menjadi musisi bisa menjadi 'pekerjaan'?


Pada saat aku memutuskan jadi musisi dan minta orang tua enggak biayain aku, aku udah riset kecil. Aku banyak tanya sama musisi senior tentang kehidupan musisi. Dari pengamatanku terhadap kehidupan musisi, aku lihat yang salah bukan bidangnya, tapi pengelolaan uangnya. Seringkali musisi dapat uang besar dihamburkan. Kedua jarang musisi punya asuransi dan nabung. Musisi kan enggak ada pensiunan. Musisi enggak ada bedanya sama pengusaha. Tapi bedanya pengusaha membiasakan diri mengelola keuangan. Dulu kebanyakan musisi enggak gitu. Begitu aku yakin begitu masalahnya, ya kenapa aku takut.


Apakah mas Addie termasuk musisi yang idealis?


Relatif dibanding pada umumnya, tapi yang lebih idealis dari aku masih ada. Banyak musisi yang enggak punya duit, enggak makan demi memainkan musik yang dia suka. Kalau aku ya idealis, tapi masih mempertimbangkan keluarga harus sejahtera.


Addie MS: Yang Penting Keluarga Sejahtera ©KapanLagi.com/BambangERossAddie MS: Yang Penting Keluarga Sejahtera ©KapanLagi.com/BambangERoss


Kapan mas Addie harus jadi musisi yang idealis?


Pada saat aku berkarya, aku selalu memposisikan diri di dua tempat. Satu, aku bisa menentukan arah laguku 80 persen ya pada saat aku konser atau aku bikin album seperti tempo hari aku bikin bersama Garuda. Aku pilih lagu, aku arransemen musiknya. Hal-hal seperti itu aku terserah aku. Tapi, untuk yang kedua aku lebih open. Misalnya buat lagu atau jingle, mars dari sebuah perusahaan. Dalam lagu yang diminta itu, aku terbuka sekali. Karena aku dibayar untuk menyenangkan mereka. Aku lebih open denger impian mereka, visi misi mereka, maunya mereka apa. Tapi aku buat tetap dengan kesukaan aku. Atau saat aku diminta untuk arrasemen musik untuk musisi.


Kevin Aprilio kini mengikuti jejak mas Addie sebagai musisi. Kalau dibandingkan dengan Kevin, pada saat mas Addie seumur Kevin apakah ada kesamaan?


Passionnya sama tapi arahnya beda. Aku dari SMP enggak kepikir apa yang Kevin lakukan sekarang. Kevin udah kepikir bikin band yang laku. Kemudian dia bisa ciptakan hits. Aku aja satupun hits enggak punya karena aku enggak fokus ke situ. Kadang aku heran, kok bisa ya dia bikin hits. Ya passion sama tapi arahnya beda.


Hingga saat ini, adakah cita-cita mas Addie yang belum terwujud?


Dari aku SMP, aku enggak pernah punya cita-cita. Kalau pernah denger aku jawab cita-citaku itu bohong karena aku harus jawab soal cita-cita. Mungkin yang aku inget waktu SD aku suka gambar-gambar rumah. Di kamarku banyak gambar rumah. Aku dulu pengen jadi arsitek. Sampai saat ini aku bersyukur diberi keluarga yang sangat mendukung.


(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/pur/trn)

Rekomendasi
Trending