8 Fakta Tentang Dul dan Grunge Sebagai Pilihan Hidup

Selasa, 11 Februari 2014 18:01  | 

Dul Lucky Laki



Ilustrasi

Kapanlagi.com - Darah musik mengalir pada anak-anak Ahmad Dhani, namun di antara ketiganya, hanya Dul yang memiliki selera berbeda. Meski sama-sama menyukai musik klasik seperti ayahnya, namun untuk personal Dul suka pada grunge.

Pilihannya ini sempat ditentang, namun Dul tak bergeming. Dia sangat memuja Kurt Cobain yang dianggap sebagai ikon dari generasi musik distorsi kotor ini. Baginya ini sebuah pilihan hidup meski tahu bahwa grunge susah untuk bisa cepat tenar seperti genre lainnya.

Penasaran seperti apa Dul dan mengapa dia memilih grunge sebagai musiknya? Simak fakta-fakta yang kami ungkap berikut ini. (kpl/faj)

1. Nirvana Sebagai Inspirasi Terbesar

Abdul Qodir Jaelani mengaku terinspirasi oleh band asal Seattle, Amerika Serikat, Nirvana, Dul membentuk sebuah band Grunge yang diberi nama Backdoor.

Grup band ini beranggotakan Dul (gitar dan vokal), Rifat (bass), dan Vicky (Drum) yang sepakat untuk mengusung sound kotor ala Seattle. Sosok Kurt Cobain dan Nirvana memang menjadi panutan Dul dalam bermusik. Dia terkesima dengan lirik yang dibuat oleh Kurt serta kegigihan Nirvana yang memiliki idealisme dalam bermusik namun bisa terkenal di seluruh dunia.

Kini, Backdoor tengah mempersiapkan sebuah mini album atau EP (Extended Play) yang nantinya berisi lima lagu. Rencananya, EP tersebut akan memasuki studio rekaman pada bulan Maret 2014.

2. Sempat Berselingkuh ke Britpop

Ada dua genre musik yang digemari oleh Dul saat itu, grunge dan Britpop. Pada awalnya dia memutuskan untuk menekuni genre Britpop dengan inspirasi musik ala Muse untuk Backdoor.

Merasa musik britpop sudah mulai pasaran, Dul cs pun memilih musik grunge yang diakuinya bukanlah genre yang umum atau mainstream. Idealisme masih dipegang teguh oleh Dul dalam bermusik, dia tak ingin musik yang pasaran dan akhirnya menjadi pengekor saja.

3. Ditentang dan Diremehkan Akibat Grunge

Memilih aliran grunge dan kemudian membuat sebuah band bernama Backdoor, Abdul Qodir Jaelani atau Dul ternyata diremehkan banyak orang. Mereka menganggap bahwa musik grunge terlalu berisik dan tak bisa dinikmati oleh orang umum.

Tak hanya orang lain yang menentang pilihan Dul, kakaknya Al pun juga keberatan. Dul mengungkapkan jika Al tidak suka grunge dan sering dimarahin karena musik yang dimainkan Backdoor berisik.

Meski diremehkan namun Dul memiliki obsesi tersendiri. Bersama dua temannya di Backdoor, Rifat dan Vicky, Dul optimis bandnya bisa unjuk gigi di industri musik tanah air. Ia pun akan membuktikan bahwa bandnya bukan hanya band yang numpang lewat.

4. Optimis Di Jalur Grunge

Grunge sudah mengontaminasi Dul dalam berkarya. Dia juga terinspirasi berat pada sosok Kurt Cobain dan totalitas mengadopsi gaya berpakaian hingga attitudenya.

Meski sadar bukan genre pilihan untuk orang umum, namun Dul senang memainkannya. Putra bungsu Ahmad Dhani ini yakin dia bakal meraih sukses di industri musik Indonesia.

"Optimis, sangat amat optimis. Allah juga bilang, siapa yang bersungguh sungguh pasti bisa. Aku sekarang udah bersungguh sungguh jadi Allah pasti bantu," terangnya.

5. Berseberangan Dengan Ayah

Fakta bahwa Dul mengidolakan Nirvana tentu sangat menarik mengingat ia baru saja berusia 13 tahun. Di sisi lain, Sang Ayah, Ahmad Dhani justru lebih banyak merilis karya musik bergenre pop rock.

Meski untuk selera dasar mereka sama, namun soal pilihan Dul lebih ke Kurt Cobain dan grungenya. Bahkan saat kecelakaan kemarin ditemukan buku tentang Nirvana berjudul TREASURE OF NIRVANA.

6. Mendapat Sorotan Dari 2 Band Grunge Indonesia

Insiden kecelakaan yang menimpa Dul tahun lalu gencar diberitakan. Namun ada sisi menguntungkan yang tidak disengaja bagi Backdoor yang turut mendapat sorotan.

Dua raksasa grunge dari Indonesia, Navicula dan Cupumanik menaruh perhatian terhadap Backdoor yang memainkan musik sejenis. Mereka tak menyangka jika putra Ahmad Dhani, memiliki band grunge.

Akankah konsistensi Backdoor kelak bakal seperti kedua band tersebut dan tampil di festival bergengsi di luar negeri?

7. Panggung, Noise dan Crowd Adalah Cinta

Selama menjalani pengobatan akibat kecelakaan yang menimpanya, Dul berharap dirinya bisa segera sembuh dan kembali untuk manggung. Panggung, musik dan kerumunan penonton adalah hak utama yang dicintainya.

Saat Dokter memvonis bahwa dia sudah sehat namun membutuhkan perawatan, Dul tak mengindahkannya. Dia segera menyusun jadwal panggung dan mengumumkan jadwal konser.

Dampaknya Dul harus menahan rasa sakit saat di atas panggung karena kondisinya belum sembuh benar. Pun begitu Dul puas dengan sambutan yang diterimanya.

8. Dhani Punya Pengganti

Ahmad Dhani sepertinya bernafas lega karena telah memiliki pengganti dalam hal menjadi produser. Bakat tersebut ternyata menurun kepada Dul yang kini tengah membesut sebuah proyek baru.

Dia mengajak beberapa musisi untuk berkolaborasi dalam proyek yang ia tangani sendiri. Salah satu musisi yang ia ajak adalah Vega Antares gitaris TRIAD dan Vox yang didaulat untuk membuat chord-chor lagunya.

"Dia adalah salah satu musisi terfavorit aku di Indonesia, dengan chord yang susah dipahami tetapi enak didengar," ujarnya suatu hari.

(kpl/faj)