7 Musisi Indonesia Terpilih Tampil di Festival Musik Jepang, Ada Lightcraft Hinga Tanayu

Rabu, 23 Desember 2020 07:35  | 

Intan Ayu



Credit foto: Dokumentasi Pribadi

Kapanlagi.com - Salah satu pesta musik terbesar di Asia, Music Lane Festival Okinawa bakal kembali digelar pada tanggal 16 hingga 17 Januari 2021 mendatang. Istimewanya, ada 7 musisi asal Indonesia yang terpilih untuk ikut tampil pada festival tersebut, yakni Lightcraft, Tanayu, Prince Husein, Bedchamber, Jeslla, Pretty Rico dan Iris Bevy.

Ke-7 nama di atas juga bakal tampil dengan musisi-musisi pilihan yang telah diseleksi dari 6 negara di Asia lainnya. Music Lane Festival Okinawa sendiri akan dihelat secara langsung di depan penonton maupun daring.

Perhelatan panggung live dengan kehadiran penonton secara langsung akan diselenggarakan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran wabah COVID-19. Sementara itu, siaran live streaming dapat diakses secara gratis oleh penonton internasional. Informasi lebih lanjut akan diumumkan dalam beberapa waktu ke depan.

"Suatu kesempatan besar dapat tampil di festival ini, apalagi bersama teman-teman musisi Indonesia lainnya. Semoga saya dapat tampil secara langsung di Jepang setelah dunia kembali normal," ungkap rapper Pretty Rico.

Credit foto: Dokumentasi PribadiCredit foto: Dokumentasi Pribadi

Di saat bersamaan, sebuah konferensi musik internasional bertajuk Trans Asia Music Meeting 2021 juga akan diadakan dan dapat diakses secara langusung secara daring. Rangkaian acara ini akan diselenggarakan di berbagai lokasi di Naha, Okinawa.

"Kami sangat senang dapat berpartisipasi di Music Lane Festival Okinawa 2021 melalui program TAMM Selection Artists. Sangat disayangkan kami tidak dapat kembali ke Okinawa untuk tampil langsung, terutama setelah kunjungan terakhir kami di sana untuk Sakurazaka ASYLUM 2019 sebagai bagian dari tur kami di Negeri Sakura. Namun adalah sebuah kehormatan bagi kami untuk dapat ditampilkan Bersama rekan-rekan senegara dari Indonesia dan juga artis-artis hebat lainnya dari benua Asia," ujar Imam Surataruna, vokalis dari lightcraft.

Ryuji Noda sang penggagas festival mengungkap misi besarnya untuk mengenalkan musik lokal kepada dunia, pun sebaliknya lewat program pertukaran artis. Namun sepanjang tahun 2020 ini, program yang dicanangkan Ryuji itu terbentur tembok penghalang bernama pandemi covid-19.

"Ini menjadi tantangan baru bagi kami, di mana kami pun belum terbayang akan bagaimana festival ini jadinya. Tapi kami terus menjalankan usaha kami untuk menghubungkan berbagai negara di Asia sebisa yang kami mampu," ungkap Ryuji.

 


(kpl/gtr)