6 Alasan Musisi Lakukan Lipsync Saat Perform

Kamis, 04 September 2014 16:01  | 

Cherry Belle



vocal group ©istimewa

Kapanlagi.com - Kamu pernah nggak sih nonton band atau penyanyi idolamu lipsync saat tampil di sebuah acara? Meski kadang dimaklumi, tapi bagi banyak orang lipsync merupakan aksi yang tak disukai.

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Awalnya, lipsync atau playback ini hanya digunakan untuk keperluan video klip atau film. Namun di era 80-an, sang raja pop Michael Jackson kabarnya sudah menerapkan lipsync dalam konsernya.

Di tayangan televisi kita, lipsync bukan sesuatu yang aneh lagi. Tak hanya boyband dan girlband yang melakukannya, tapi juga grup musik ternama. Kenapa mereka rela 'pura-pura' di depan para penonton?

Ternyata ada banyak hal yang mempengaruhi artis yang ingin, atau terpaksa lipsync. Apa saja? Simak pembahasan lengkapnya berikut ini. (kpl/niz)

1. Lebih Praktis

Well, alasan pertama ini sepertinya cukup masuk akal ya. Dalam acara off-air, kita tahu bahwa band atau penyanyi kadang membawa puluhan kru dan alat-alat yang komplit. Bisakah di TV seperti itu?

Bisa, tapi mungkin tak semua. Apalagi jika penyanyi atau band itu hanya akan membawakan dua atau tiga lagu. Pihak manajemen tentunya tak ingin repot-repot untuk mengeset alat berjam-jam hanya untuk penampilan yang beberapa menit itu.

Alhasil, para musisi harus memakai alat seadanya yang belum tentu sama dengan standart mereka. Agar tak semakin kacau, akhirnya jalan lipsync pun ditempuh.

Tapi penyanyi itu juga bisa menggunakan teknik minus one, yang kurang lebih sama dengan karaoke. Lumayan lah, daripada cuma pura-pura nyanyi kan?

2. Masalah Durasi

Seperti yang kita ketahui bersama, durasi merupakan bagian penting dalam dunia broadcasting. Tiap detik tayangan televisi nilainya bisa mencapai jutaan rupiah.

Karena itulah, durasi dijaga seketat mungkin. Dan salah satu yang beresiko membuat durasi molor yakni acara musik. Karena itulah, lipsync seringkali dipilih agar jalannya durasi lebih terjaga.

Para musisi kadang tak punya pilihan lain selain mengikuti aturan main di stasiun TV tersebut. Ada yang berusaha tampil dengan meyakinkan, tapi ada juga yang seperti malas-malasan dan semakin terlihat kalau mereka hanya pura-pura.

Bisa saja itu merupakan bentuk protes dari pelaku dunia hiburan yang ekspresinya dibatasi. Jadi serba salah kan kalau begini?

3. Meminimalisir Resiko dan Budget

Tak dipungkiri, penampilan live juga mengandung risiko, terutama masalah teknis. Pihak TV tentunya ingin menyuguhkan penampilan yang baik, atau setidaknya 'aman'.

Beberapa kali mungkin kita jumpai ketika girlband nyanyi live kadang mic-nya suka mati, atau volumenya nggak seimbang. Karena hal teknis seperti ini memang memerlukan audio engineering yang handal.

Selain memperkecil risiko, ternyata lipsync juga dilakukan untuk 'berhemat'. Beberapa manajemen yang menaungi band/grup dikabarkan memasang tarif lebih murah jika tampil secara lipsync.

Wah, ternyata ada yang seperti ini juga ya.

4. Alasan Kesehatan

Penyanyi juga manusia, ada kalanya mereka berada di kondisi yang tak fit. Karena sudah terikat kontrak, mau tak mau mereka dituntut untuk memenuhi kewajibannya sebagai entertainer.

Jika sudah parah seperti radang tenggorokan atau suara hampir habis, ya mau nggak mau harus lipsync deh. Tapi faktor yang satu ini banyak dimaklumi fans sejati di luar sana.

Lagipula siapa sih yang kepengen sakit? Tapi lain lagi jika tampil off-air atau konser tunggal. Seringkali para musisi harus menunda atau bahkan membatalkan tur gara-gara jadwal yang padat.

5. Lebih Hemat Tenaga

Pernah membayangkan capeknya nyanyi sambil ngedance? Karena itu, penyanyi nggak cuma bermodal suara bagus dan penampilan yang keren, tapi juga kondisi tubuh yang bugar.

Lipsync untuk menghemat energi biasanya dilakukan oleh penyanyi RnB dan boy/girlband. Terlebih lagi jika durasinya cukup lama, cara ini jadi alternatif yang tak jarang juga jadi prioritas.

Sudah bukan rahasia lagi jika grup seperti Cherrybelle, JKT48, XO IX dan lain-lain pernah melakukan lipsync. Meski begitu, mereka tetap antusias menghibur para fans dengan performance yang atraktif.

Agar tak mengecewakan penonton, biasanya para performer membagi beberapa lagu yang dibawakan lipsync, dan sebagian lainnya ditampilkan secara live.

6. Kurang Pede

Jam terbang merupakan faktor penting yang menentukan kematangan seorang penyanyi atau sebuah grup. Namun mereka tentunya pernah mengalami masa-masa sebagai pendatang baru.

Menjalani awal karir, para pendatang baru biasanya masih sering nervous, lupa lirik, dan kurang percaya diri. Banyak yang memilih lipsync, tapi tak semua seperti itu. Beberapa juga berani tampil dengan kualitas yang mereka punya.

Biasanya pihak label ingin band yang mereka promosikan tampil secara lipsync untuk memberitahukan lagu sesuai di versi rekaman. Karena itu juga, band-band besar pun kadang lipsync atau minus one saat sedang promo single maupun album.

Itulah fenomena lipsync yang marak dibicarakan di tanah air dan berbagai penyebabnya. Mungkin ini juga yang membedakan musisi jaman dulu dan sekarang. Meski begitu, kita patut bersyukur masih ada beberapa acara yang mengedepankan kualitas penampil tersebut secara live.

Sebagai penutup, sebuah kutipan pernah dilontarkan Piyu, "Ngedance itu gak bisa dijadikan alasan untuk melakukan lipsync di panggung. Jadi mereka jangan cengeng dengan terus menyalahkan pihak lain, seperti gak dibolehin TV, disuruh manajer, biar gak keliru sama label. Harusnya mereka malu dengan Justin Bieber atau Greyson Chance yang lebih muda tapi tiap perform tetep live,". Kalau menurut kalian gimana nih?

 

(kpl/niz)