Review no na 'lullabies (orchids), Serasa di Negeri Dongeng Saat Mendengarkan

Kapanlagi.com - no na kembali menyapa pendengarnya lewat rilisan terbarunya yang bertajuk lullabies (orchids), sekaligus memperkenalkan nama fandom mereka secara resmi: orchids. Sebuah sapaan manis dan penuh makna, sejalan dengan nuansa musik yang mereka hadirkan di mini album ini.

Terdiri dari lima lagu:

in a midsummer’s dream (Christy’s Lullaby)

Setelah 'work', no na Kenalkan Dangdut dan Gamelan Lewat Single 'rollerblade' ke Panggung Internasional

Advertisement

you and i were one (Esther’s Lullaby)

blooming (Shaz’s Lullaby)

like an orchid / kembali (Baila’s Lullaby)

bleach (no na)

1. Serasa Dipeluk

Album ini benar-benar seperti sekumpulan lagu pengantar tidur yang ditulis dengan hati-hati, mengalun lembut dengan balutan instrumental minimalis dan suara dreamy dari para member no na. Semua track berdurasi singkat, tapi justru itulah pesonanya. Setiap lagu terasa seperti sepenggal mimpi yang datang dan pergi begitu saja, meninggalkan jejak hangat di hati.

Secara keseluruhan, lullabies (orchids) seperti membawamu masuk ke dunia dongeng, di mana waktu berjalan lambat dan semuanya terasa tenang. Cocok didengarkan saat malam hari, sebelum tidur, atau saat kamu butuh pelukan lembut dalam bentuk musik.

no na Rilis Sad Face :(, Lagu Tentang Toxic Relationship Yang Relatable

2. Personal Favorit

Dari kelima lagu, favorit pribadi jatuh pada you and i were one (Esther’s Lullaby). Lagu ini terasa sangat emosional, melodi dan vokalnya menyatu sempurna, menciptakan atmosfer yang melankolis namun menenangkan. Tapi overall semua lagunya indah banget.

Bagi pecinta musik dengan nuansa dreamy, lembut, dan sedikit magis, lullabies (orchids) adalah rilisan yang wajib didengarkan. no na menunjukkan bahwa mereka tidak hanya piawai dalam menciptakan harmoni suara, tapi juga dalam menyampaikan perasaan yang begitu halus lewat lagu.

NO NA Guncang HITC LA 2026, 'Jenenge Sopo' di 'Rollerblade' Part 2 Bikin Heboh

    (kpl/pit)

 

Topik Terkait