Earth Wind and Fire Suguhkan Konser Nostalgia

Kamis, 29 Maret 2012 04:15 | 

Earth Wind and Fire

Earth Wind and Fire Suguhkan Konser Nostalgia
Earth Wind and Fire Foto: Ruswanto




Kapanlagi.com - Tepat pukul 9 malam, satu per satu punggawa band multi genre asal Chicago, Illinois, Amerika Serikat,  Earth Wind and Fire muncul di atas panggung Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat (28/3). Robert Burns Jr (trumpet), Gary Bias (saksofon), Reginald Young (trombone), Myron Mckinley (keyboard), Philip Doron Bailey (background vokal), Benjamin David Whitworth Jr (vokal, perkusi), Greg Moore (gitar, vokal), Morris O'Connor (gitar), John Le Van Paris (drum, vokal) bergantian menampakkan sosoknya.

Sorai penonton pun makin terdengar ketika 3 pentolan grup, Philip Bailey (vokal, kalimba, conga, perkusi), Verdine White (bas, perkusi, vokal), Ralph Johnson (vokal, drum, perkusi) berlari menuju tengah panggung dan langsung menggeber lagu Boogie Wonderland sebagai pembuka.

Kelincahan grup band ini memang luar biasa. Dengan koreografi yang kompak namun tetap dengan kemampuan musikalitas individu yang tak tertandingi, selalu disuguhkan di setiap lagu. Seperti di nomor Sing a Song, Shining Star, Serpentine Fire, Sun Goddess, Kalimba Story, Evil, Devotion, Head To The Sky. Beberapa kali Verdine White juga mengundang tepuk tangan dan decak kagum dengan permainan solo bass-nya.

Konser bertajuk Guiding Lights Tour 2012 tersebut memang mendapatkan animo yang tinggi dari pecinta grup band yang telah memenangkan 6 penghargaan Grammy Awards dan 4 American Music Awards, dan keberhasilan menjual lebih dari 90 juta copy album di seluruh dunia ini.

Sebuah nostalgia memang, ketika ribuan penonton yang hadir disuguhi beberapa lagu yang telah menjadi hits pada era 70-80an. Penonton ikut bergoyang dan bernyanyi. Beberapa penonton yang sudah berumur pun terlihat sumringah layaknya sedang mengenang masa silam.

That's The Way Of The World, Brazilian Rhyme, September, After The Love Has Gone, Reasons, Got To Get You Into My Life, Fantasy, Mighty Mighty dan Let's Groove menjadi lagu memori, apalagi beberapa lagu di atas merupakan 10 besar lagu favorit pada era tahun 70-an. Sontak saja, semua penonton, baik yang di festival dan tribun, berdiri, bergoyang dan menari.

Lagu In The Stone menjadi pamungkas. Setelah memperkenalkan nama-nama personil dari grup yang telah mengabadikan namanya di Hollywood Walk of Fame ini, Philip Bailey pun berpamitan dengan fans di Indonesia. Dengan sopan, berkali-kali mereka membungkukkan badan dan mengucapkan terima kasih. (kpl/ato/sjw)



Lihat Arsip Musik

- - -