Speedpop Ogah Ikuti Selera Pasar

Yunita Rachmawati  |  Selasa, 12 Oktober 2010 17:39
Speedpop Ogah Ikuti Selera Pasar
Speedpop di

Kapanlagi.com - Berawal dari genre musik Japanese Rock n Roll, empat anak muda Jakarta yaitu Putra (gitar), Achi (vokal), Ricy (drum), dan Gitto (bass) membentuk grup band indie dengan nama Speedpop pada awal 2008. Menurut Ricy, nama Speedpop diambil dari single-nya band Glay asal Jepang.

"Dari second single-nya album (milik) Gley. Kalau 'speed' itu rock ya, kalau 'pop' musik popnya yang kita padukan dengan unsur rock. Tapi kalau orang banyak yang bilang 'speed' adalah kecepatan, dan 'pop' adalah populer. Jadi cepat populer hehehe...," ujar Gitto saat ditemui di Comedy Cafe, Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Sudah eranya kita bermusik yang dinamis, dengan aransemen lebih satu tingkat
Speedpop
 

Walaupun saat ini Speedpop sudah memasuki industri major label, namun bukan berarti mereka langsung mengikuti begitu saja selera pasar di tanah air. Speedpop ternyata masih mengusung idealismenya dengan Japanese Rock n Roll.

"Kita awalnya band indie dan seiring berjalannya waktu, ada label major yang mau menerima kita tanpa mengintervensi musik kita untuk mengikuti selera pasar saat ini," tutur Ricy.

Dan meski terbilang baru di percaturan musik Indonesia, tapi Speedpop sudah memiliki fans yang disebut Speed Rainbow. Selain memiliki perwakilan fans club tersebut, Ricy mengaku sudah sering berkomunikasi dengan Speed Rainbow lewat berbagai jejaring sosial.

"Kalau komunikasi dengan Speed Rainbow kita biasa menggunakan Facebook dan Twitter. Kalau saat ini fans kita sudah lebih dari 3.000 orang ya," papar Ricy.

Dengan hit single Soulmate sebagai ujung tombak, Speedpop meniatkan lagu ini sebagai bentuk kemajuan dalam bermusik. "Sudah eranya kita bermusik yang dinamis, dengan aransemen lebih satu tingkat," ujar Achi.  (kpl/buj/boo)

Lihat Arsip Musik

- - -