Neval Ingin Seperti Lumpur Lapindo

Yunita Rachmawati  |  Sabtu, 25 Desember 2010 17:31
Neval Ingin Seperti Lumpur Lapindo
Neval di MU Cafe Foto: Acat

Kapanlagi.com - Pemilihan nama untuk sebuah band memanglah sangat penting. Lihatlah nama-nama band yang sudah ada seperti Peterpan, Ungu, Nidji, d Masiv, bahkan Slank yang mudah diingat dan mempunyai filosofi. Begitu juga dengan band baru Neval - nama yang di ambil dari filosofi Lumpur Lapindo yang diartikan tidak terbendung.

"Dulu waktu kita cari nama band itu ada yang bilang 'Odnipal' itu kebalikan dari 'Lapindo' yang filosofinya itu seperti Lumpur Lapindo yang sulit dibendung. Nah kreatifitas kita itu sulit terbendung. Tapi akhirnya kita sederhanakan jadi Neval biar lebih catchy aja," tutur Bie sang gitaris saat ditemui di MU Cafe, Jakarta, belum lama ini.

Kita lebih ke rock, banyak varian rock lah, kita ke alternatif. Pengennya main di sound British tapi spiritnya Americana, jadi gimana caranya bikin rock yang bukan hanya buat jingkrak tapi bisa dinikmati juga
Neval Band
 

Meskipun filosofinya diambil dari Lumpur Lapindo, namun tidak ada niat mendukung bahkan berdiri di atas penderitaan orang lain. "Ya, tapi bukannya mendukung atau berdiri di atas penderitaan orang lain ya," tambah Iman.

Band yang berdiri sejak 16 Desember 2006 di jakarta ini mengusung genre rock alternatif. "Kita lebih ke rock, banyak varian rock lah, kita ke alternatif. Pengennya main di sound British tapi spiritnya Americana, jadi gimana caranya bikin rock yang bukan hanya buat jingkrak tapi bisa dinikmati juga," ujar Bie yang disahuti oleh Bembeng sang penggebuk drum.

"Melayu kita nggak bisa main karena susah, karena masing-masing dari kita itu suka Iron Maiden, Metallica, Red Hot Chilli Pepper, jadi itu sebenarnya," ungkapnya.

Dengan formasi lima orang, yaitu Bambang Setyawan/Bembeng (drum), Danan Jaya/DJ (vokal), Bismar Yogara/Bie (gitar), Iman Harfinsyah/Ima (gitar), dan Evan Ervani/Evan (bass) telah menelurkan single Jalangkung yang artinya 'Jablay Nanggung Doyan Kangkung'. Ini diharapkan bisa menjadi epidemik nantinya.

"Itu unik beda dan agak nakal yang bisa dibilang bakal jadi epidemik kata-kata Jalangkung itu sendiri. Selain itu ada dua yaitu ingin menyindir sineas indonesia yang mengekor film horor JAILANGKUNG sampai sekarang," katanya.  (kpl/gum/boo)

Lihat Arsip Musik

- - -