Mutya Lorenza Berubah Lewat Faith Love Forgiveness

Adhib Mujaddid  |  Kamis, 26 Januari 2012 14:50
Mutya Lorenza Berubah Lewat Faith Love Forgiveness
Mutya Lorenza

Kapanlagi.com - Meski memiliki latar belakang pendidikan keuangan yang kuat, Mutya Lorenza tampaknya tak tahan untuk terus memulai karirnya di bidang musik. Gadis lulusan The University of Adelaide dengan predikat lulusan terbaik (cum laude) ini bertekad untuk lebih serius pada bakat besarnya sebagai penyanyi.

"Sebenarnya background aku di finance. Dulu waktu sekolah dan kuliah selama 11 tahun di Adelaide dan beberapa bulan di London, aku lulusan Commerce dan Corporate Finance. Waktu ngajar dan kerja di Adelaide selama satu-dua tahun juga bidangnya di finance. Tapi memang sejak kecil aku mempunyai passion dan ketertarikan yang cukup besar di musik. Yah walaupun cuma sedikit-sedikit, tapi aku bisa main gitar (classic), piano, dan keyboard. Yang penting kemampuanku memainkan alat musik sudah cukup untuk membantu aku dalam menulis lagu. Kalau dalam bidang tarik suara, terus terang aku tidak pernah ambil les vocal yang formal atau nyanyi di cafe dan lain lain. Tapi memang dari dulu aku suka nyanyi-nyanyi sendiri, baik itu di kamar, di mobil atau di mana aja," ujarnya.

Berawal dari hobi menyanyi dan memainkan gitar serta piano, gadis kelahiran 27 April 1986 ini makin serius menggeluti musik hingga akhirnya mampu meluncurkan album yang bertajuk Faith Love Forgiveness. Hebatnya, album tersebut ia produseri sendiri bersama labelnya yaitu iM GONe Entertainment. Single pertama Tebar Pesona, single kedua Bosan dan single ketiga I Don’t Need You Here No More, sudah berhasil menarik perhatian penikmat musik Indonesia.

"Aku adalah orang yang suka mencari pengalaman dan tantangan baru. Di dalam musik, aku menemukan sesuatu yang berbeda dan menantang, and enjoyable at the same time, karena memang aku sangat passionate tentang musik. Perihal mendirikan label dan memproduseri albumku sendiri, itu karena aku ingin mencari pengalaman yang mendalam tentang industri musik, makanya aku harus terjun langsung. Apalagi kalau ke depannya mudah-mudahan aku bisa mengorbitkan orang lain, karena aku sangat concern dengan musisi-musisi atau talent-talent muda Indonesia yang sangat berbakat namun tidak mempunyai kesempatan untuk mempopulerkan karya mereka," beber Mutya.

Nama album Faith Love Forgiveness dianggap Mutya dapat mewakili perjalanan dirinya dari seorang yang mengalami banyak kepedihan dalam hidup di masa lalu dan bagaimana proses mengubah diri dari seseorang yang pesimis menjadi seseorang yang lebih optimis menjalani hidup. Nah, untuk melakukan perubahan tersebut, menurut Mutya diperlukan Faith (iman), Love (mencintai) Forfiveness (memaafkan).

Untuk selanjutnya, Mutya berharap agar kemampuannya terus berkembang dan mampu memberi kontribusi besar pada dunia musik Indonesia. Selain itu Mutya juga berharap album barunya ini dapat diterima dengan baik bagi seluruh pecinta musik Indonesia. (kpl/prl/adb)


Lihat Arsip Musik

- - -