Lambang, Sosok Survivor di Blantika Musik

Adhib Mujaddid  |  Kamis, 02 Februari 2012 15:42
Lambang, Sosok Survivor di Blantika Musik
Herlambang Wicaksono @foto: KapanLagi.com®

Kapanlagi.com - Hidup harus berani survive. Itulah yang menjadi motto hidup Herlambang Wicaksono atau yang lebih akrab disapa Lambang. Penyanyi yang pernah bergulat dengan kerasnya industri musik tanah air bersama band Bumi di awal 2000-an ini kembali berjibaku dengan merilis single berjudul Kejamnya Cintamu.

"Dulu itu jadi vokalis di band bernama Bumi, di bawah label Universal. Namun, karena suatu hal akhirnya kami vakum dan sampai lama banget," ucapnya saat ditemui di bilangan Tebet, Jakarta Selatan beberapa waktu yang lalu.

Di saat vakum tersebut lah, Lambang mencoba survive. Latar belakang bermusik dan bakatnya di bidang tersebut akhirnya kalah oleh tuntutan hidup di Ibukota. Ia malah lebih memilih berbisnis di bidang transportasi umum. Namun, karena panggilan jiwa dan dukungan teman-teman dekatnya, akhirnya Lambang memberanikan diri untuk terjun lagi di blantika musik Indonesia.

"Dulu, karena vakum, akhirnya pikir-pikir, ga ada penghasilan jadi banting stir. Merintis usaha di bidang transportasi umum. Malah sempat belajar jadi montir, kernet, dan jadi sopirnya sendiri. Tapi akhirnya ketemu kawan lama, Krisna Audiojet, dan Bobby Lanina, disupport lagi. Kalau gue punya materi yang bisa dijual, kenapa gak, orang lain aja supportnya seperti itu. Makanya gue bilang di dalam hati, harus lebih dari mereka," tuturnya.

Lagu Kejamnya Cintamu pun dipilih di antara materi lagu yang lain. Dengan harapan bisa meramaikan industri dan memberi pesan kepada orang lain tentang isi lagu yang ditulisnya sendiri ini, Lambang mencoba memberi warna lain di antara musik-musik boyband yang menjamur.

"Coba perdengarkan ke orang-orang. Coba di antara boyband. Sebuah warna lain, dan gue optimis. Korban cinta kan banyak. Kalau dengan lagu ini bisa jadi pembelajaran, jangan sampai sama kayak yang gue alami," lanjut Lambang.

Promosi ketat pun tengah dilakoni olehnya, "Di radio-radio udah. Di sebagian radio daerah udah masuk chart. Tapi dari label, mungkin promonya nanti bergantian. Awal Januari kemarin keluarnya. Respon di daerah yang bagus malahan, kita pengen kayak obat nyamuk, yang dari luar masuk ke dalam, atau piramida yang kokoh dulu bagian bawahnya, terus sampai memuncak ke atas," paparnya, "Optimis aja lah, gak akan grogi meski lama tak terlihat di Industri," pungkasnya yang menargetkan musiknya bisa masuk di semua kalangan, terutama anak kuliahan.   (kpl/prl/adb)


Lihat Arsip Musik

- - -