Di-Da, Lebih ke Pop Amerika

Yunita Rachmawati  |  Selasa, 14 Juni 2011 17:12
Di-Da, Lebih ke Pop Amerika
Di-Da Dokumentasi: Di-Da

Kapanlagi.com - Terinspirasi John Mayer, Taylor Swift, dan Hanson sebagai landasan bermusik, dua anak muda asal Kota Surabaya, Iddo Pradananto (bass) dan Rendy Pandugo (vokal, gitar) yang menamai diri mereka Di-Da, menjejakkan kakinya di belantika musik dengan mengusung genre pop dengan balutan blues dan country. Sisi idealisme dalam bermusik itu sebagai bentuk balutan nuansa pop Amerika yang menjadi benang merah di dalam album berjudul DUOGRAPHY.

"Genre musiknya pop, blues dan country hanya balutan aja, tapi kita tetap memikirkan pasar juga. Nah idealis kita di situ. Tapi musiknya kita ngambil ke arah pop Amerika. Pengaruh sangat besar, tapi kental atau tidak itu tergantung orang yang melihat. Kita bukan blues banget atau country," terang Iddo saat ditemui di Hard Rock Cafe, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Sebagai sentuhan musik country dan blues, Rendy dan Iddo mengaku memasukkan unsur mandolin dan dobro yang kental sebagai ciri Di-Da dalam bermusik. "Ornamen Mandolin dan Dobro, kita mencoba memasukkan ornamen tersebut untuk pemanis aja. Jadi buat nuansa sendiri," kata Rendy.

Sementara itu, nama Di-Da sendiri diambil dari senandung keduanya dalam menciptakan lagu. Iddo mengatakan, awalnya Duography dipilih sebagai nama duo musisi yang saling berkolaborasi dengan format ngeband, namun karena dirasa terlalu sulit diucapkan, akhirnya diputuskan untuk memakai nama Di-Da, dan Duography dijadikan judul album perdananya.

"Kita berangkat dari Surabaya itu berdua, sebelumnya juga kita pernah tergabung dalam satu band dan Rendy belum nyanyi tuh masih gitar. Dan 2003 pas kita masih band, kita sempet kirim demo ke Universal, tapi karena perbedaan pandangan dan visi akhirnya nggak jadi. Akhirnya kita berdua ini sepaham dan nggak ribet memutuskan untuk maju berdua, toh yang nyiptain lagunya aku dan Rendy. Sebenarnya kita sih pengennya band, makanya tiap tampil kita selalu tampil degan format band," papar Rendy.

Sebagai pendatang baru di kancah industri musik Indonesia, Di-Da terbilang cukup optimis untuk mengeluarkan album DUOGRAPHY dengan hits singel Takkan Berakhir. "Kebetulan pas kita ajuin demo kita dah punya banyak stock lagu, ada sekitar 19 lagu. Alhamdulillah kita dipercaya untuk dibuat album yang berisikan 11 lagu dengan single Takkan Berakhir," jelas Rendy.  (kpl/buj/boo)

Lihat Arsip Musik

- - -