Dee Deee, Bintang Kejora Baru

Yunita Rachmawati  |  Sabtu, 29 Mei 2010 10:10
Dee Deee, Bintang Kejora Baru
Dee Deee di Djakarta Theater Foto: Wawan

Kapanlagi.com - Belantika musik Indonesia sepertinya bakal ketiban calon bintang kejora baru dengan kehadiran Dee Deee - new comer berusia 17 tahun yang melempar debut album bertajuk FUNEE LOVE dalam sebuah mini konser launching besar-besaran yang dihelat di Djakarta Theater, belum lama ini, dengan dihadiri tokoh penting seperti Wiranto, Anindya Bakrie, beberapa pejabat penting serta anak-anak yatim piatu yang menyemut di bibir panggung. Praktis keberadaan alumnus International School Of Singapore ini mengisi deretan solois wanita yang mulai menjamur.

Dengan mengusung genre urban pop, Dee Deee tak hanya mempersenjatai diri dengan warna vokal unik namun juga tarian atraktif yang ditunjukkan saat perform bareng RAN. Maklum dia adalah penyabet penari dan

Bagi aku musik itu seperti udara yang harus aku dapatkan untuk hidup
Dee Deee
 

koreografer terbaik untuk kategori contemporery duo comfort, hip hop obsession, hip hop rebellion, dan hip hop recklessness di UWCSEA Art Festival 2009. Paling tidak Dee Deee seperti telah mengulang ingatan kita pada Paula Abdul - penyanyi kelas dunia yang mengawali karir sebagai koreografer.

Di album FUNEE LOVE tersebut Dee Deee membenamkan 9 lagu yang terdiri dari 2 lagu berlirik Indonesia, dan 7 lagu lainnya berbahasa Inggris dengan single hits Dengarkanlah Aku serta single kedua Better Than You - yang cukup mendapat respon asyik.

Tapi jalan pemilik nama asli Indri Satria Putri ini tak berarti mulus. Dan itu disadari betul oleh Dee Deee dan Duta Talitakum Production sebagai pihak label. Tak mudah menjadi 'Young Diva'. Tapi Dee Deee juga tidak ingin sekedar numpang lewat. Ia tidak hanya ingin dikenang dengan launching nan megah. Karena musik baginya bukan sekedar hiburan.

"Bagi aku musik itu seperti udara yang harus aku dapatkan untuk hidup. Aku bernyanyi bukan sekedar untuk menghibur, aku bernyanyi untuk merasa nyaman, aku bernyanyi untuk ekspresi, dan aku bernyanyi untuk berkomunikasi. Musik adalah bagian dari diri aku karena itu aku ingin menjadi bagian dari musik," tutur dara kelahiran 21 agustus 1992 silam ini lugas.

Tak heran bila lirik-lirik lagu Dee Deee kuat mengekspresikan dirinya, orang terdekatnya, lingkungan sekitarnya, dan peristiwa-peristiwa yang terjadi terekam secara apik dalam lagu-lagu seperti Oops Sorry, Stop, dan Just For Another Day.

Dee Deee tergolong pendatang baru yang punya kepercayaan diri tinggi mengingatkan kita pada sosok Agnes Monica. Bedanya Agnes telah memberikan rekam jejak yang jelas. Lalu bagaimana dengan Dee Deee?

"Tiap orang punya selera yang berbeda-beda, harapannya saya bisa menonjol dari yang lain. Ada keunikan dalam musik urban pop yang layak untuk diperhatikan. Dan aku akan memasukkan apa-apa Dee Deee suka ke pasar Indonesia. Dengan doa dan kerja keras akan bisa dilihat hasilnya," jawabnya penuh harap.    (kpl/wwn/boo)

Lihat Arsip Musik

- - -