Anatha Band, Sang Pelindung Yang Tak Berbatas

Yunita Rachmawati  |  Selasa, 05 Juli 2011 17:02
Anatha Band, Sang Pelindung Yang Tak Berbatas
Anatha Band Foto: Uji

Kapanlagi.com - Satu lagi band generasi baru yang meramaikan belantika musik Indonesia. Adalah Anatha Band yang hadir dengan 10 lagu dalam album CERITA KITA. Dari 10 lagu di album perdana ini, Anatha menyajikan karakter musik yang dinamis tetapi terkadang dapat mengalun dengan lembut dan lirik yang catchy sehingga dapat menyentuh emosi para pendengarnya.

Digawangi Anto (vokal), Febi (gitar), Tria (gitar), Sansan (bass), dan Ivan (drum), nama Anantha diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti pelindung.

"Menjadi pelindung adalah suatu pekerjaan yang membanggakan, apalagi buat para lelaki. Melindungi orang yang dicintai bisa berarti sebuah pengakuan. Filosofinya kami terapkan dalam band. Dimana kami semua personil selalu saling melindungi untuk mencapai tujuan dengan harapan Anatha bisa menjadi sebuah band besar kelak. Itu menjadi suatu kekuatan bagi kami untuk senantiasa menghasilkan musik yang bagus dan berwarna," kata Anto, sang vokalis.

Anatha terbentuk di Bandung, 10 September 2007 oleh tiga sahabat yaitu Anto, Febi, dan Tria. Setahun kemudian Ivan bergabung, disusul Sansan. "Kami mengusung aliran Infinity Pop, yaitu musik pop dengan balutan berbagai unsur musik di dalamnya mulai dari rock, alternative, ballads, dan lain-lain. Kami berharap diterima oleh masyarakat karena menggabungkan unsur musik yang sangat luas dan tak berbatas. Influence musikal kami terinspirasi oleh band-band seperti U2, The Calling, Lifehouse, dan Matchbox20," ungkap Anto lagi.

Untuk urusan musik Anatha dibantu oleh Ayi, gitaris Ecoutez sebagai Music Producer. Single perdana Anatha berjudul Ilfill sudah dirilis dan diharapkan dapat menandai kehadiran mereka. "Lagu ini bercerita tentang kekecewaan seseorang terhadap pasangannya yang telah menduakan cintanya dan menyebabkan hilangnya perasaan cinta terhadap pasangannya tersebut," jelas Febi.

Febi menambahkan, lagu ini dibawakan dengan nada upbeat dan ceria dibalut distorsi serta bunyi synthesizer yang dinamis agar dapat menambah nuansa modern pada lagunya. "Kami ingin lagu ini bisa menginspirasi orang yang sedang patah hati agar tidak terlalu terpuruk pada kesedihan dan semangat untuk melihat hal ke depan yang lebih baik lagi, orientasi ke masa depan dan memandang suatu kekecewaan dari sudut yang positif," tambah Tria.  (kpl/uji/boo)

Lihat Arsip Musik

- - -