Main Musik, Otak Lebih Berperan

Senin, 03 Juli 2006 09:00




KapanLagi.com - Oleh: Rita Sugihardiyah

Menjadi pemusik profesional tak hanya butuh ketekunan berlatih. Ternyata, ada bagian otak yang mempengaruhi hal ini, yakni bagian otak yang bertugas memproses suara. Menurut studi di Jerman, pada pemusik profesional, bagian ini tampak lebih luas dan lebih aktif dibandingkan yang bukan pemusik.

Dalam studinya, dr Peter Scheider dari University of Heidelberg mengukur aktivitas otak 12 musikus profesional, 13 musikus amatir, dan 12 orang non pemusik. Caranya, dengan memperdengarkan satu nada sederhana. Hasilnya, peneliti menemukan hubungan yang kuat antara kemampuan bermusik dan bagian otak yang disebut girus Heschl (salah satu bagian pada otak).

"Pada girus pemain profesional, volume gray matter (bagian otak yang berwarna abu-abu, red) lebih luas. Aktivitas saat terpajani musik pun lebih kuat," katanya.

Menurut dr Schneider, hasil ini mendukung teori pengaruh genetik dan pajanan musik sejak kanak-kanak serta dampaknya pada kemampuan bermusik. Namun, para ilmuwan belum bisa memastikan, perbedaan kondisi otak tersebut dipengaruhi genetik atau pengaruh pajanan musik di awal kehidupan seseorang.

"Yang jelas, pajanan musik masih berperan sampai anak berusia sembilan tahun. Pada masa ini, kemampuan bermain musik masih berkembang," jelas Schneider. Artinya, waktu terbaik belajar musik adalah setelah anak berusia sembilan tahun. Pada saat ini, bakat musik sudah ditemukan. (bbc/rit)


Nama
Email
Komentar
Komentar yang tidak sopan akan dihapus.

Komentar Pembaca (0)

Lihat Arsip Musik

- - -