[Interview] 3 Composer, 3 Kepala 1 Karya

Kamis, 07 Februari 2013 15:52  | 

3 Composer



3 Composer di Kantor KapanLagi.com®




5. Pembagian Royalti


KapanLagi.com -

  • Tapi apakah lagunya namanya tetap 3 Composer? Mengingat kalian membawakan kembali lagu–lagu yang sudah hits dibawa kembali, dan pembagian royaltinya bagaimana?
Mario : Royalti sendiri itu kan dibagi menjadi royalti artis dan royalti pencipta. Kalau royalti artis yang pasti kita split menjadi tiga itu tetap 3 Composer. Tapi misalkan di album ini ada lagu saya sendiri, tapi kita bawain bertiga, nah untuk royalti artisnya kita split tiga dan untuk penciptanya saya. Begitu juga di lagu yang diciptakan Bembi sendiri. Untuk lagu kita Salah Benar, karena ini ciptaan kita bertiga ya royalti peciptanya kita split jadi tiga. Karena sebenarnya saya, Shafick dan Bembi sendiri publish lagunya juga beda-beda.

Shafick : Jadi intinya sih, kita mau nunjukin bahwasanya kami bertiga walaupun ibaratnya ada aja sisi egoism, idealis, tetapi di sini kita mau nunjukkin ke masyarakat bahwasanya apapun sesuatu itu jika bisa meredam ego. Kita bisa kok bekerja sama bareng dan justru akan menghasilkan hasil yang jauh lebih spektakuler, karena kita kan ibaratnya bertiga, dan secara individual pasti luar biasa, tapi ketika digabungkan itu menjadi sangat sangat luar biasa pastinya.

  • Tapi ini bukan project coba–coba kan?
Shafick : Awalnya sih mikirnya begitu, karena kira pada awalnya memang enggak ada rencana mau membuat seperti ini. Tapi setelah sekarang, ini bukan coba–coba, tapi justru WOW!

Mario : Proses berubah menjadi sesuatu yang harus kita fokuskan, sampai proses produksi kita sendiri–sendiri di belakang layar di mana kita masih terus menuliskan lagu untuk orang, hal itu akan kita nomor dua-kan menjadi nomer satu itu sebenarnya berjalan ketika masternya jadi. Tapi kita sedang mempersiapkan kerjasama untuk recording company yang mana ya? Sebenernya di situ mulai. Ketika kita sign kontrak, kita punya pertanggungjawaban. Kita waktu itu shock nya adalah… ya kita tahu lah betapa sulitnya mencari label. Kita kaget waktu itu kita gampang, bukannya kita sombong tapi betapa banyaknya yang tertarik dan mereka adalah nama nama besar, dari situ kita menyadari bahwa kita dihargai. Dan mereka adalah orang yang mengerti pasar dan mereka sangat ingin kita, berarti kita potential. Makanya kita merasa kalo kita tidak boleh setengah–setengah di sesuatu yang spesial, di luar kewajiban kita dengan kontrak.

(kpl/boo)







Lihat Arsip Musik

- - -