Freeganism, Sebuah Gerakan Pro 'Barang Bekas'

Senin, 18 Mei 2009 06:06





  • Freeganism, Sebuah Gerakan Pro 'Barang Bekas'
    ©mookychick

KapanLagi.com - Belanja, adalah satu kata yang bisa berarti menguras isi kantong, apalagi jika awal bulan, pasti akan sulit untuk menahan hasrat untuk sering-sering mengunjungi ATM. Bahkan banyak yang bilang kalau orang Indonesia adalah orang yang konsumtif, tapi di balik itu semua ternyata ada sebuah gerakan anti belanja bulanan yang sampai memenuhi bagasi mobil, dan golongan tersebut disebut freeganism.

Pada dasarnya, gaya hidup freeganism ini dideskripsikan sebagai 'limited participation in the conventional economy and minimal consumption of resources' atau bahasa gampangnya, mereka mencoba untuk tidak konsumtif. Lantas bagaimana mereka mendapatkan barang-barang keperluan mereka? Seperti makanan, pakaian dan sebagainya jika mereka menolak belanja?

Gerakan ini berawal pada tahun 1990an. Sebuah gerakan yang timbul setelah anti globalization and enviromentalist movement. Kata freegan sendiri berarti free dan vegan, karena pada awalnya yang mencetuskan gaya hidup seperti ini adalah para vegetarian, yang memiliki pandangan-pandangan tertentu tentang kapitalisme.

Bisa dibilang, freegans menolak untuk menjalani hidup yang 'memiliki unsur kekejaman di dalamnya', mereka absen dari kegiatan-kegiatan memakan, mengenakan, dan menggunakan semua yang masih ada hubungannya dengan binatang (kulit binatang, susu dan olahannya, animal-tested products).

Nah, sekarang pasti Anda bertanya-tanya bagaimanakah cara mereka memenuhi kebutuhan hidup? Jangan kaget, jangan heran, untuk memperoleh makanan, mereka akan mengambilnya dari tempat sampah sisa supermarket, limbah industri makanan, restoran atau toko sayuran.

Dengan melakukan hal tersebut, mereka percaya bahwa mereka tidak membelanjakan uang untuk barang-barang yang mereka anggap telah menyebabkan kerusakan lingkungan, perlakuan semena-mena terhadap hewan, dan juga eksploitasi tenaga kerja dengan tidak adil (apakah pernah terlintas di kepala Anda hal-hal seperti ini? Sedangkan secangkir kopi berlabel merk multi nasional dan seloyang pizza sudah siap untuk dilahap?!?)

Jijik? Tunggu, tentunya makanan yang dikumpulkan itu merupakan makanan yang masih layak untuk dikonsumsi. Selain itu mereka juga menanam sendiri beberapa jenis sayuran dan tumbuhan obat-obatan di lingkungan mereka, yang dinamakan Guerilla atau Comunity Gardens.

Ajang Fregans Untuk Saling BarterAjang Fregans Untuk Saling Barter

Selanjutnya ada yang dinamakan Really, Really Free Market. Ini merupakan sarana mereka untuk mendapatkan keperluan lain seperti pakaian, furniture ataupun barang-barang sekunder dan tersier lainnya.

Namanya juga Really, Really Free Market pastinya semua yang ada di sini gratisan dan memang merupakan barang second. Tempat ini jadi semacam sharing atau sekedar barter kebutuhan. Selain barang-barang yang bisa didapat dan ditukarkan, ada juga jasa, seperti potong rambut dan beberapa hiburan.

Free MarketFree Market

Namun, biasanya free shop ini diadakan sebulan dua kali. Nah, bagi yang berniat mengikuti 'pasar barter', Really, Really Free market ini tidak selalu harus menjadi bagian dari para freegans. Satu hal yang patut ditiru adalah, kaum freegans juga mengajak orang lain untuk mendonasikan barang-barang yang tidak terpakai lagi (coba Anda cek berapa pasang sepatu, atau berapa banyak pakaian tak muat Anda yang masih menjadi penghuni gudang).

Nah, bagaimana dengan Anda? Tertarik untuk mengikuti gaya hidup seperti ini? Menahan, bahkan meninggalkan sama sekali dunia belanja hura-hura yang sudah mendarah daging? (prov/bar)


Nama
Email
Komentar
Komentar yang tidak sopan akan dihapus.

Komentar Pembaca (0)

Lihat Arsip Musik

- - -