Violis Cilik, Eya Grimonia Sumbang Untuk Korban Tsunami

Moch. Indra Kurniawan  |  Jumat, 01 September 2006 12:19

Kapanlagi.com - Violis cilik, Eya Grimonia (11) baru-baru ini tampil dalam konser tunggal yang bertajuk "Summer Charity Concert for Pangandaran" (Konser amal musim panas untuk Pangandaran) di Hyatt Hotel, Bandung.

"Hasil dari penampilan di konser tunggal ini akan saya sumbangkan sepenuhnya kepada saudara-saudara kita yang baru-baru ini terkena musibah tsunami di Pangandaran Kabupaten Ciamis," katanya di Bandung, Jum`at.

Dari pertunjukan biolanya yang berlangsung Kamis (31/8) malam itu Eya berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp4.381.000 yang akan disumbangkan kepada korban musibah tsunami di Pangandaran.

Sebelumnya ia mengaku sangat sedih melihat rekan-rekan seusianya di Pangandaran yang terpaksa tidak bisa melanjutkan sekolah karena tertimpa musibah tsunami. Ia kemudian mengaku terinspirasi menggelar konser tunggal untuk amal.

"Untuk sukses dalam penampilan di konser tunggal tersebut saya mempersiapkan diri dalam waktu satu setengah bulan," kata Eya yang mengaku belajar biola sejak usia lima tahun.

Penampilan Eya dalam konser tunggal itu sendiri seperti "menghipnotis" publik musik klasik di "Kota Kembang" berkat kepiawaiannya memainkan alat musik biola. Violis cilik itu mampu tampil energik dengan membawakan sejumlah tembang klasik kenamaan.

Tembang yang ditampilkannya dalam konser itu adalah Partita III BWV 1006 in E Major karya Johann Sebastian Bach dengan komposisi Preulidio, Gavotte en Rondeau dan Gigue yang dimainkannya dalam waktu sembilan menit.

Seusai memainkan karya Johann Sebastian Bach, ia melanjutkan karya komponis Bela Bartok (Rhapsody No.1 folk Dances) dengan komposisi Prima Parte Moderato selama tujuh menit.

Permainan paling panjangnya ditampilkan melalui musik karya Antonin Dvorak yang berlangsung selama 19 menit dengan komposisi Allegro Risoluto, Largheto, Molto Vivace dan Finale-Allegro.

Setelah beristirahat selama sepuluh menit, publik musik Kota Bandung kembali dicengangkan melalui permainan biola Eya yang membawakan karya Friedrich Seitz (Pupil`s Concerto No.4) dengan komposisi Allegro moderato, Andate con molto dan Allegretto selama 12 menit.

Karya Antonio Vivaldi (Four Reason Concerto II) tidak luput dimainkannya dengan komposisi Allegro non molto, Adagio e piano dan Presto hingga akhirnya ditutup dengan dua buah tembang musik ethniccoclassic Eya Grimonia.

Selama penampilan bocah cilik siswa kelas VI SD Santo Yusuf, Sukajadi Bandung itu publik musik Kota Bandung juga disuguhi latar belakang panggung pertunjukan yang bergambarkan bangunan-bangunan lama di Eropa, sehingga membawa alam pikiran ke masa "Renaissance" (kebangunan kembali) tatar Eropa. (*/erl)

Lihat Arsip Musik

- - -