Pussy Riot Umumkan Kalau Personelnya Sudah Meninggalkan Rusia

Jum'at, 10 Agustus 2018 12:22


Pussy Riot © facebook.com/wearepussyriot


Kapanlagi.com - Selain beraksi di gelaran final Piala Dunia 2018 di Rusia kemarin, Pussy Riot seakan belum puas untuk menyuarakan aksi protesnya lewat berbagai aksi langsung maupun musik yang dirilisnya. Tidak heran jika Maria Alekhina yang merupakan salah satu member Pussy Riot sampai dilarang untuk meninggalkan Rusia.

Bahkan beberapa waktu lalu Maria mengatakan kalau ia sempat dipulangkan oleh Polisi Perbatasan Rusia saat berusaha kabur. Hal itu dilakukan Maria karena ia punya jadwal untuk tampil bersama Pussy Riot di Edinburgh Fringe festival. Namun sepertinya Pussy Riot benar-benar akan tampil dengan formasi lengkap bersama Maria.

Sebab seperti dilansir dari Billboard, baru-baru ini Pussy Riot mengumumkan lewat Twitter dan Facebook kalau Maria Alekhina berhasil menemukan jalan kabur dari Rusia. Bukan cuma itu saja, Pussy Riot juga mengatakan kalau saat ini Maria sedang berada dalam perjalanan udara menuju Edinburgh.

(bil/ntn)

1. Maria Alekhina Dilarang Meninggalkan Rusia

Pihak berwajib di Rusia sendiri menjelaskan kalau larangan meninggalkan Rusia dibuat karena Maria gagal menjalankan tugasnya untuk melayani publik selama 140 jam setelah sebelumnya melakukan aksi protes di luar markas pusat Keamanan Rusia yang berada di Moskow.

Sedangkan pada tahun 2012 lalu Maria dan Nadezhda Tolokonnikova sempat dipenjara selama hampir 2 tahun karena melakukan aksi protes di dalam Katedral Moskow. Walau begitu hal tersebut tetap tak menghalangi Pussy Riot untuk terus menyuarakan protesnya baik dalam tindakan langsung maupun dari ranah musik.

Sampai saat ini belum ada foto yang menunjukkan kalau Maria Alekhina sudah bergabung bersama Pussy Riot untuk tampil di Edinburgh Fringe Festival. Hanya saja bisa dipastikan kalau Pussy Riot akan kembali mencuri perhatian banyak orang lewat aksinya.

2. Anggota Pussy Riot Masuk ke Lapangan Final World Cup 2018

Hype besar final World Cup 2018 di antara Perancis dan Kroasia harus terganggu setelah grup aktivis politik Pussy Riot berlari masuk ke lapangan dengan menggunakan seragam Kepolisian. Seperti dilansir dari New York Times, kejadian tersebut terjadi saat babak kedua pertandingan Piala Dunia 2018 berjalan selama 52 menit.

Grup Pussy Riot menerobos masuk ke lapangan dan menghampiri para pemain sebelum kemudian petugas di lapangan yang mengenakan rompi hijau mengejar dan menangkap mereka. Bukan cuma itu saja, Pussy Riot juga sempat mengeluarkan pernyataan di Twitter kalau hari Minggu kemarin jadi peringatan dari 11 tahun kematian Dmitri Prigov,

Dmitri Prigov sendiri adalah seorang penyair Rusia yang menentang pihak berwenang di Uni Soviet melalui sederet karyanya. Salah satu karyanya yang paling terkenal berisi tentang seorang Polisi Soviet. Dalam video Piala Dunia 2018 menunjukkan 3 anggota Pussy Riot berlari ke arah pemain, di mana salah satunya sempat berlari dan memberi toss pada Kylian Mbappe (Perancis).

3. Masuk ke Lapangan Dengan Membawa Sejmlah Tuntutan

Aksi dari Pussy Riot kali ini sebenarnya bukan yang pertama kali terjadi. Sebelum Piala Dunia kemarin, Pussy Riot sempat menjadi headline berbagai media di seluruh dunia setelah aksi demonstrasinya di sebuah Gereja Kathedral yang mendorong tuduhan hooliganisme karena dimotivasi oleh kebencian agama.

Namun aksi protes keras Pussy Riot tak hanya sampai di situ saja, karena sejatinya grup yang satu ini merupakan grup aktivis politik dari Rusia yang juga menyuarakan suara-suara protesnya melalui karya musik. Tahun lalu Pussy Riot sempat merilis music video Police State yang menyorot pengawasan negara dan tindakan brutal Kepolisian.

Dalam pernyataannya di Twitter, Pussy Riot sendiri melakukan aksi menerobos lapangan Piala Dunia 2018 dengan membawa sejumlah poin tuntutan mereka. Tentunya poin-poin tuntutan tersebut masih berisi tentang hal-hal politik.

Yakin Sudah Tahu Yang Ini?

'Out Of The Blue', Sajian Chill Music Dari Dalam Kamar Eki Darmawan

Minor Dialogue Rilis Music Video Untuk Single 'Alleviating'

Ozzy Crazy Diary Rilis MV Untuk Single Baru, 'For All These Time'

Belajar Bersembunyi Bersama EP Debut Eitherway, 'HIDING IN PLAIN SIGHT'

Perang Batin, Niki 88Rising Ungkap Gagal Move On Lewat Dancing With The Devil!

(bil/ntn)