Oh, the Irony...

Ferry Sanjaya  |  Kamis, 21 Mei 2020 23:30
Oh, the Irony...
Suara Emas dari Jalanan

Kapanlagi.com - Bertempat di satu sisi kota, saya memulai perjalanan kuliner. Sudah menjadi kebiasaan jika saya pulang larut malam, harus mencari makan dahulu, supaya ketiak sampai di rumah, sudah tinggal beristirahat.

Pikiran tertuju kepada tempat makan favorit, tempat tersebut buka hingga larut malam, dan makanan yang ditawarkan cocok dengan lidah saya. Singkat kata, saya pun menuju tempat tersebut dan menikmati makanannya.

Ketika sedang asyik makan, seorang lelaki tiba-tiba masuk dan berdiri di samping saya. Dari gelagatnya, terlihat dia ingin mengamen kepada semua pengunjung yang berada di tempat tersebut. Dengan sopan sang pengamen mengucapkan salam, karena saya sudah terbiasa dengan pengamen, maka saya tidak terlalu mempedulikannya.

Kuping saya tergelitik ketika dia mulai bernyanyi. Suaranya...tidak terdengar seperti pengamen-pengamen yang asal menyanyi dan tepuk tangan, tidak.

Suaranya merdu. Andai saya merekam suaranya, dan saya dengarkan rekaman tersebut kepada teman-teman saya, mereka pasti tidak akan percaya jika yang menyanyikannya adalah pengamen jalanan.

Saya pun bergumam "padahal banyak talenta hebat yang ada di jalanan, kenapa masih banyak orang yang tidak menyadarinya?."

Ya, mungkin saya naif, tapi jujur, saya lebih suka mendengar mas pengamen ini bernyanyi ketimbang mendengar suara penyanyi di televisi. Saya muak melihat berita dari penyanyi yang saban hari selalu mencari sensasi hanya untuk terlihat eksis.

hakikinya, tugas utama penyanyi adalah bernyanyi. Menghibur orang dengan suara emasnya, titik. Dan hal tersebut saya dapatkan di tempat ini, tempat saya mengisi perut, bukan tempat mencari hiburan seperti televisi.

Oh, the irony... (kpl/frs)