Meriahkan Setapak Lestari, Ardhito Pramono Dukung Kampanye Jaga Alam

Senin, 05 Desember 2022 21:51  | 

Ardhito Pramono



Dokumentasi Pribadi

Kapanlagi.com - Musisi serba bisa, Ardhito Pramono, ikut memeriahkan kegiatan Setapak Lestari di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada hari Minggu (4/12). Ardhito mengakui dirinya sudah tak menggunakan plastik dalam setiap kegiatannya termasuk saat manggung.

"Gua udah gak pakai plastik udah lama, gak pake sedotan, gue berusaha jadi smart user kalau soal listrik, gua ikut komunitas. Tindakannya tuh gua selalu berusaha seminim mungkin kayak kantongin bungkus snack yaa, dibanding dibuang sembarangan," jelas Ardhito.

Hal ini diutarakan oleh Ardhito setelah ikut memeriahkan acara Setapak Lestari yang memang membahas soal kelestarian alam. Dirinya juga kagum dengan acara karena sudah banyak yang mengurangi penggunaan plastik.

"Bagus banget yah kayak gini banyak temen-temen yang udah go green udah mengurangi penggunaan plastik itu udah keren banget menurut gua," kata Ardhito Pramono.

1. Bawakan Lagu Bertema Alam

Terkenal dengan lagu romantisnya, Ardhito Pramono saat di Setapak Lestari bawakan lagu dengan tema alam di acara yang membahas gotong royong sesuai dengan alam. Pesan yang disampaikan dalam lagu yang dibawakan Ardhito Pramono pun punya makna mendalam.

"Gua juga tadi bawain lagu Orkes Tropicana yang judulnya Pak Tani. Lagu itu sempat di-banned di tahun 60an kalau gak salah. Message dari lagu itu bagus banget karena semua di zaman sekarang banyak yang nggak mau jadi petani, sekarang beras tuh banyak yang milih impor, padahal beras Indonesia bagus banget, apalagi teman-teman di sini bikin movement beras baik," jelas Ardhito.

Alasan Ardhito mau menyumbang suara di acara ini karena memiliki kesamaan pandangan untuk memberikan gambaran soal hidup tenang, sadar dan menyadarkan kita akan kontribusi terhadap kelestarian alam.

2. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Program ini berawal dari Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) yang merupakan bagian dari Koalisi Akses Vaksin untuk Masyarakat Adat dan Kelompok Rentan, bersama jejaring mitra berkomitmen meningkatkan ketercapaian vaksinasi Covid-19 agar mampu bertahan dan pulih bersama. Berhasil sebarkan ribuan vaksin, tapi upaya untuk membantu masyarakat adat dan kelompok rentan dalam memenuhi hak kesehatan masyarakat tak berhenti pada vaksinasi saja.

Dengan adanya program ini, masyarakat menjadi lebih terbuka terhadap informasi seputar kesehatan. Sehingga tak hanya muncul kesadaran tentang pentingnya vaksinasi, tetapi juga kebiasaan untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS disosialisasikan sejak dini melalui inisiasi Sekolah Sehat Tangguh Bencana (SSTB) di Kabupaten Sanggau. Salah satu penggerak sekolah sehat, Titis Kartikawati, terus mengawal implementasi program ini, salah satunya di sekolah yang dipimpinnya sendiri, SDN 222 Penyeladi, Sanggau.

"SDN 22 Penyeladi telah mengimplementasikan seluruh hasil pelatihan SSTB, di antaranya program bekal makanan sehat, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan mengeluarkan surat edaran ke pedagang di sekitar sekolah, serta kolaborasi bersama orang tua murid dan warga sekitar untuk membuat kebun tanaman pangan," sebut Titis.

(kpl/gtr)