Lorjhu’ Gaungkan Bunyi Kontemporer Madura Lewat Album 'PASESER', Lagunya sempat Diputar di Radio Polandia!

Selasa, 22 Maret 2022 13:30


Lorjhu' rilis album 'PASESER' / Credit Foto: Dokumentasi Pribadi

Kapanlagi.com - Grup musik asal Madura, Lorjhu' (dibaca lorcuk) baru saja merilis sebuah album baru bertajk PASESER di bawah label rekaman demajors. Album ini dirilis secara serentak pada 18 Maret 2022 lalu dalam format digital dan juga compact disc. Album PASESER berisikan 9 track yang berporos pada dinamika penyelaman identitas seorang Badrus Zeman, sosok utama di balik entitas musik Lorjhu’.

Baut kamu yang belum tahu, Badrus lahir dan besar di Sumenep, daerah pesisir Pulau Madura, lalu kemudian berkiprah sebagai seorang animator yang juga pengajar di ibu kota. Kehidupan di Madura, utamanya daerah pesisir, pun hadir sebagai tema utama lagu-lagu Lorjhu’.

Musik yang dihasilkan mengekspresikan rasa pesisir Madura dengan sensibilitas kontemporer, menyelaraskan bunyi tradisi dengan indie-rock anak muda Jakarta. 8 dari 9 track yang ada di album ini sempat hadir di pasaran sebagai rilisan-rilisan lepas dalam format digital. Dari mulai singel pertama yang dirilis tepat sebelum pandemi, Nemor hingga yang paling banyak diputar di platform seperti Kembang Koning. Menariknya semua lirik ditulis dalam bahasa Madura.

"Setiap lagu menggambarkan hal-hal yang pernah saya alami saat kecil. Ada juga rasa rindu dan panggilan untuk pulang. Untuk mengungkapkan itu semua saya lebih nyaman dengan bahasa Madura," ujar Badrus dalam press rilis yang diterima KapanLagi.com.

1. Proses Rekaman Dilakukan Sendiri

Kiprah Lorjhu’ berbarengan dengan datangnya pandemi, membuat hampir semua proses produksi dilakukan sendiri oleh Badrus di rumahnya hanya dengan menggunakan perangkat smartphone serta sedikit bantuan laptop.

Semua instrumen pun dimainkan oleh dirinya sendiri, kecuali di beberapa track yang menampilkan permainan perkusi seorang musisi asal Sumenep, Rifan Khoridi.

"Rifan merekam perkusinya di Sumenep, kami saling kirim data rekaman. Ia mengisi di lagu Nemor dan juga yang terbaru, Can Macanan,” jelas Badrus.

Can Macanan adalah lagu teranyar yang juga jadi single utama di album PASESER. Lagu yang memiliki kualitas anthemic ini berkisah tentang sebuah kesenian barongan khas Madura yang berwujud binatang macan, yang juga menjadi bagian pengalaman masa kecil Badrus.

Istimewanya, video klip dari Can Macanan pun digarap langsung di Sumenep oleh Badrus sendiri dengan hanya menggunakan kamera smartphone.

2. Diputar di Radio Polandia

Album PASESER, dengan semangat kemandirian serta potensi mentahnya, diharapkan menjadi pondasi dari kiprah seru Lorjhu’ di dunia musik. Paket unik yang ditawarkannya, yang mengedepankan gagasan kelokalan Nusantara, pun tampak mulai menarik perhatian tidak hanya penggemar musik dalam negeri.

"Selama pandemi semua serba online dan mandiri, apresiasi pun jadinya terlihat lebih global, seperti ada radio online di Polandia yang memainkan lagu-lagu Lorjhu’," jelas Badrus.

3. Ingin Gelar Konser Dengan Konsep Full Band

Seiring dengan masa pandemi yang semakin terasa akan usai, ke depannya Badrus ingin memperbesar kemungkinan lingkup ekspresi Lorjhu’.

"Lorjhu’ belum sempat manggung dengan proper, ingin sekali segera bisa tampil bawain lagu-lagunya dengan full band. Lorjhu’ bisa saja nantinya menjadi sebuah grup band utuh, bisa juga tetap solo dengan iringan band. Yang pasti saya akan berusaha membawa pengalaman saat di kampung dulu ke dalam paket pertunjukan Lorjhu’," ujar Badrus dengan penuh semangat.

Rilisan album Paseser dalam bentuk compact disc dan data digital tersedia di berbagai toko rekaman serta platform streaming musik. Untuk menebalkan ekspansi lagu Can Macanan, demajors juga bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) yang berkomitmen memajukan musik dari jalur budaya dan hiburan dengan memutar lagunya di seluruh stasiun RRI di seluruh Indonesia.

(kpl/gtr)