Insting Tajam Satrio Alexa Produseri Agushafi di Single 'Tunggu Apalagi', Suguhkan Kemegahan Orkestra
Satrio Alexa & Agushafi - Credit: Istimewa
Kapanlagi.com - Musisi Nur Satriatama atau lebih dikenal Satrio Alexa semakin menunjukkan eksistensinya di balik layar sebagai produser musik. Lewat proyek terbarunya, gitaris Alexa tersebut memperkenalkan penyanyi Agushafi melalui single berjudul Tunggu Apalagi.
Kolaborasi ini berawal dari insting tajam Satrio yang sangat selektif dalam mencari penyanyi dengan kualitas vokal mumpuni sekaligus mampu menyampaikan lagu secara jujur.
Satrio mengaku tidak sembarangan memilih rekan kolaborasi. Ia bahkan memantau penampilan Agushafi selama sekitar dua bulan melalui platform media sosial seperti TikTok dan Bigo untuk memastikan konsistensi kualitas vokalnya.
Advertisement
Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan industri musik digital, kemampuan menjaga karakter suara dan ketepatan nada menjadi nilai yang sangat penting.
"Gue tuh dari dulu testing the product ya karena eranya yang berbeda kita bisa lihat mana yang konsisten mana yang nggak. Nah begitu tahu adalah kita lihat pitch-nya dan saya melihat beliau ini dua bulan saya pantau," ujar Satrio Alexa saat ditemui di PapaBro Cafe, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026).
Setelah yakin dengan kemampuan Agushafi, Satrio mempercayakan lagu Tunggu Apalagi untuk dibawakan olehnya. Lagu tersebut mengangkat kisah tentang pengkhianatan dan perselingkuhan dalam sebuah hubungan.
Meski bertema patah hati, lagu ini tidak dikemas secara melankolis, melainkan menggambarkan rasa muak terhadap pasangan yang tidak setia dengan nuansa yang lebih lugas namun tetap emosional. Agushafi, yang merupakan jebolan X Factor Indonesia, mengaku tertantang saat pertama kali menerima lagu tersebut.
Menurutnya, kekuatan Tunggu Apalagi terletak pada kontras antara lirik yang menyakitkan dengan aransemen musik yang terdengar santai. Tantangan terbesarnya adalah menyampaikan emosi seseorang yang sudah berada di titik lelah tanpa terdengar berlebihan.
"Lagunya sih patah hati, cuman kemasannya itu kayak orang muak tahu nggak sih? Kayak muak dengan kejadian yang 'Lu mau pergi nggak usah banyak alasan, udah pergi aja, udah pergi aja' gitu. Wah ini seru nih gitu. Patah hati tapi dikemasnya itu kayak santai gitu," jelas Agushafi.
Totalitas Satrio sebagai produser juga terlihat dari kualitas produksi musik yang terbilang mewah. Demi menghadirkan nuansa pop berkelas, ia memilih merekam instrumen secara live dan membawa proses rekaman string serta brass section ke Budapest, Hungaria, bersama orkestra.
1. Hindari Penggunaan AI
Satrio menegaskan dirinya sengaja menghindari penggunaan teknologi AI untuk instrumen-instrumen utama. Ia ingin pendengar merasakan kemegahan suara orkestra asli yang dinilai mampu menghadirkan dimensi emosional berbeda dalam lagu tersebut.
"Gue pengen bikin pop-nya yang ngaco sekalian gitu kayak era Earth, Wind & Fire, yang full brass-nya semua real. Karena kan sekarang AI kan? Gue kerja sama sama AI banyak banget, portal AI, tapi gue bikinnya selalu real," kata Satrio.
"String-nya real, saya nggak berani sebutkan takutnya nanti sombong. Kita rekaman semua di luar, Budapest. Rekaman itu 64 piece," sambung Satrio.
(Untuk pertama kalinya, Tom Holland konfirmasi pernikahannya dengan Zendaya.)
2. Dukungan Dari Eksekutif Produser
Dukungan terhadap kolaborasi ini juga datang dari Erikson Tanuwidjawa selaku eksekutif produser. Menurutnya, Agushafi memiliki kombinasi kualitas vokal, kemampuan interpretasi lagu, dan sikap profesional yang menjadi modal besar untuk berkarier di industri musik.
"Nah saya lihat Agushafi ini membawakan lagu ini dengan lirik yang sudah Satriyo kasih ke saya, ini dapet nih gitu lho feel-nya. Dan cara dia take itu bener-bener yang sekali take dapet gitu lho feel-nya. Nah terus yang saya lihat juga tuh dari salah satu yang tadi Satriyo bilang itu adalah attitude-nya," ujar Erikson Tanuwidjawa.
"Ketika dia menyanyikan itu dia menunjukkan attitude-nya dia itu dengan sopan gitu lho, menyampaikan cerita-cerita yang sudah kita kemas yang ingin kita sampaikan kepada pendengar itu secara benar dan halus," sambungnya.
3. Saran dari Satrio Alexa
Satrio menegaskan bahwa kesuksesan seorang penyanyi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan vokal, tetapi juga etika dan sikap dalam berkarier. Ia berharap Agushafi dapat terus menjaga profesionalisme dan kerendahan hati, apa pun pencapaian yang diraih ke depannya.
"Dan yang paling berat adalah bukan masalah vokal, etika sama attitude. Itu nomor satu buat penyanyi. Banyak penyanyi-penyanyi yang etika sama attitude-nya viral doang sesaat, mintanya berlebihan dan akhirnya dia akan jatuh," pungkas Satrio Alexa.
Single Tunggu Apalagi sendiri telah resmi dirilis dan sudah dapat dinikmati di seluruh platform layanan streaming musik digital sejak 2 Juli 2026. Melalui kolaborasi ini, Satrio Alexa berharap lagu tersebut dapat diterima luas oleh penikmat musik sekaligus menjadi awal perjalanan baru Agushafi di industri musik Tanah Air.
(Rizky Billar polisikan enam akun sosial media terkait hoaks cerai dan perselingkuhan.)
(kpl/far/ums)
Advertisement