FFI di Riau Tuai Banyak Protes

Moch. Indra Kurniawan  |  Selasa, 11 Desember 2007 23:10


  • FFI di Riau Tuai Banyak Protes
    Ilustrasi
Kapanlagi.com - Penyelenggaraan Festival Film Indonesia di Provinsi Riau terus menuai protes dari berbagai kalangan, salah satunya melalui aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Negeri Sultan Syarief Kasim (UIN Suska) di Pekanbaru, Selasa (11/12).

Mahasiswa memprotes penyelenggaraan FFI di Riau karena dinilai hanya membuang-buang anggaran untuk kegiatan seremonial dan tidak ada hubungannya dengan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Pada aksi unjuk rasa yang digelar di samping kantor Gubernur Riau tersebut, mahasiswa membentangkan spanduk dan poster serta melakukan orasi berisi kecaman terhadap penyelenggaraan FFI di Riau.

Mereka dengan tegas menolak kegiatan yang telah menghamburkan dana APBD Riau tahun 2007 senilai Rp7,2 miliar karena seharusnya dapat digunakan untuk program lainnya yang terkait langsung dengan peningkatan kesejahteraan rakyat miskin di Riau.

Dalam pernyataan sikapnya mahasiswa menilai penyelenggaraan FFI di Riau tidak menyentuh adat budaya Melayu karena hanya mengedepankan hedonisme (hidup untuk mencari kesenangan belaka) sehingga mereka menuntut pembatalan kegiatan tersebut dan menggunakan anggaran untuk kepentingan rakyat.

Siaran Rp2 Miliar

Sementara itu, panitia FFI daerah Riau merasa keberatan dengan nilai kontrak siaran langsung penyelenggaraan FFI oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional sebesar Rp2 miliar yang harus ditanggung pemerintah provinsi.

Dewan Penasihat FFI Panitia Daerah Riau, Edi RM mengatakan soal kontrak siaran langsung tersebut dilakukan oleh panitia FFI pusat tanpa melibatkan daerah sebagai pihak yang harus mengeluarkan dana.

Selain itu, tidak ada kompensasi yang didapat oleh Riau dengan membayar siaran langsung, padahal seharusnya keuntungan iklan yang masuk ke televisi swasta dalam siaran langsung tersebut menjadi keuntungan penyelenggara.

Karena itu, ia meminta ada transparansi mengenai hal tersebut oleh panitia FFI pusat karena menyangkut anggaran milik rakyat Riau. Jika tidak maka pihaknya mengancam akan membatalkan pelaksanaan FFI di Riau. (*/boo)

Lihat Arsip Musik

- - -