Dipha Barus, Menyoal Spirit Punk Hingga Gemerlap Dunia DJ

Rabu, 19 Agustus 2020 12:22


Dipha Barus © KapanLagi.com/Budy Santoso




4. Beda Nge-DJ di Indonesia dan Luar Negeri


KapanLagi.com - Bagaimana awalnya sampai Dipha Barus yang memegang posisi bass player berada di belakang turn table?

Dipha: Tahun 2004 lulus SMA. Tahun 2009 baru jadi residen DJ, main buat orang, event gitu. Sama aja waktu main bass, waktu nge-DJ gue mempraktekkan alat DJ gue sebagai alat musik gue. Gue suka nge-DJ karena jadi psikolog di crowd. Kita yang kontrol energi, bisa ubah feeling mereka jadi positif.

Ada tips untuk Dipha Barus dalam memilih lagu?

Dipha: Gue enggak pernah ngerencanain lagu yang akan gue mainin. Kalau direncanain kayak gitu, ya tinggal pasang iPod aja. Itu pengalaman aja, kalau DJ nggak boleh hilang koneksi dengan lagu. Kalau DJ hilang koneksi dengan lagu, ya berhenti nge-DJ aja.

Sebagai DJ yang sudah mencicipi panggung luar negeri, apa komentar Dipha tentang pengakuan yang didapat kalau sudah bermain di Ibiza?

Dipha: Buat gue nggak sih, itu cuma pengakuan orang aja. menurut gue DJ hebat itu bukan sekedar main di depan ribuan orang, tetapi saat lo nge-DJ dan bisa mengubah hidup satu orang aja, menurut gue itu udah hebat sih. Kemarin gue main di Seattle, US, sama aja sih sama Jakarta, orang juga. sebenarnya mau main di Ibiza atau di mana pun menurut gue ya rezeki aja sih dari Tuhan.

Setuju, tapi sebagai DJ profesional, Dipha sendiri masih suka salah-salah nggak?

Dipha: Sering, gue manusia, tebakan gue gak semuanya benar. Mainin lagu baru ternyata lagunya gak cocok sama tempat dan crowd-nya. biasanya gue bikin catatan dari kesalahan.

(kpl/ntn)







Lihat Arsip Musik

- - -