Dipha Barus, Menyoal Spirit Punk Hingga Gemerlap Dunia DJ

Rabu, 19 Agustus 2020 12:22


Dipha Barus © KapanLagi.com/Budy Santoso




2. Nggak Dibayar Sampai Kolaborasi Bareng Kalulla


KapanLagi.com - Kalau nama sudah tenar biasanya bayaran besar jadi jaminan. Nah, berapa bayaran seorang Dipha Barus saat nge-DJ pertama kali?

Dipha: Waktu 6 SD main alat musik di ultah Bokapnya temen, dibayar Rp 20.000 di tahun 1998. kalau nge-DJ pertama kali nggak dibayar, di Kuala Lumpur, main acara temen aja. Ada klub namanya Zook, gue pengen banget main di situ, dikasih spot sama temen gue. Klub buka pintu jam 10 malam, gue dikasih nge-DJ jam 9 malam, belum ada orang. Tapi gue nggak abis akal, flyer gue bikin sendiri, fotokopi, gue sebar ke anak-anak indonesia di Kuala Lumpur. Yang datang rame, orang klubnya bingung (sambil tertawa).

Sudah mencicipi berbagai panggung lokal, nasional, sampai internasional. Terus, apa saja keseharian seorang Dipha Barus?

Dipha: Di Studio, atau nggak meeting sama klien. Gue selain music producer dan DJ, gue bikin client service namanya Anara Studio. Jadi kalau ada hotel contohnya, yang mau dikonsepkan musiknya, event-nya bisa ke Anara. Keseharian banyak ngabisin waktunya itu di studio. Di sini semua magic terjadi, seperti lagu No One Can Stop Us. Gue kayaknya udah nempel banget di studio, kalau udah lama di luar ya kepikirannya studio.

Simple banget. Oke, bicara soal lagu No One Can Stop Us hasil kolaborasi Dipha Barus bareng Kalulla, apa ide awal yang mengawalinya?

Dipha: Tadinya gak kepikiran bikin lagu sendiri, pop song. Gue orangnya gak pede memperlihatkan karya gue, introvet. Masa kecil gue itu tertutup, lebih suka di belakang layar. Terus temen gue bilang kenapa nggak bikin lagu sendiri, selama ini bikin lagu buat orang terus. Orang yang ngajarin gue bikin lagu itu si Adit, waktu gue masih di band Agriculture, dari awal hingga jadi lagu. Dia berjasa banget. Buat lagu sendiri, mainin lagu sendiri dan berdampak pada orang yang dengerin itu priceless banget buat gue. Tapi berkat dorongan teman itu dan ingin pesan positif gue bisa nyampe, akhirnya bikin lagu itu. Ada pesan positifnya di lagu itu, ada musik Indonesianya dan jangan berhenti mengejar cita-cita selama itu positif.

Terus kenapa Kalulla yang jadi pilihan?

Dipha: Kalulla itu talent gue, voice over gue. Awalnya Wizzy Wiliana, udah sempet workshop di sini 2 kali, tapi jadwalnya nggak pernah ketemu. Tapi akhirnya ya Kalulla. Selama 2 tahun kita nyoba 7-8 lagu, ya salah satunya No One Can Stop Us ini.

(kpl/ntn)







Lihat Arsip Musik

- - -