Sederet Lagu Almarhum Didi Kempot yang Paling Ambyar, Dari 'Cidro' Hingga 'Sewu Kutho'

Kapanlagi.com - Siapa yang tak kenal dengan The Lord of Broken Heart satu ini? Julukan ini tentunya hanya dimiliki oleh almarhum Didi Kempot. Lagu-lagunya telah menjamah seluruh penikmat musik tanah air. Setiap mendengar lagu ciptaannya dijamin badan kamu rasanya ingin sekali bergoyang.

Meskipun lirik-liriknya berisi kisah sedih tentang patah hati, namun alunan musik di tiap lagunya bisa dinikmati dengan berjoget ria. Jadi, apa aja lagu paling ambyar yang tak lekang oleh waktu? Yuk, kita simak di bawah ini!

Profil dan Fakta Didi Kempot, Musisi Legenda Indonesia yang Makin Produktif saat Galau dan Ambyar

Advertisement

1. Cidro

Didi Kempot (credit: instagram.com/didikempot_official)

Salah satu lagu yang tidak akan terlewat untuk dinyanyikan adalah Cidro. Lagu ini akan menjadi salah satu andalan yang dibawakan Didi Kempot di setiap konsernya. Lirik dan alunan musiknya mampu membuat pendengarnya meneteskan air mata.

Dalam lirik Cidro dikisahkan tentang kesedihan seseorang karena ditinggalkan oleh kekasihnya. Ia ditinggalkan karena tak mampu untuk memiliki harta yang berlimpah, sehingga sang kekasih memilih pergi dan mengingkari janji untuk bersama.

Jargon Cendol Dawet Sukses Besar, Abah Lala Rilis Single Terbaru 'Story'

2. Sewu Kutho

Didi Kempot (credit: instagram.com/didikempot_official)
Sewu Kutho pastinya menjadi salah satu lagu yang melegenda dikalangan penikmat musik, khususnya musik-musik campursari. Melodi dan alunan musiknya cukup halus dan dijamin bisa membuat hati penikmatnya terenyuh.


Arti dari Sewu Kutho adalah Seribu Kota. Dalam lagu tersebut diceritakan tentang penantian seseorang kepada pujaan hati yang telah lama pergi dan tidak kunjung berkabar. Ia menunggu begitu lama untuk menanti kepulangannya hingga timbul rasa rindu yang mendalam. Akibatnya, ia sampai nekat untuk menjelajahi seribu kota demi bisa bertemu dengan kekasihnya kembali.

4 Potret Terbaru Istri Kedua Almarhum Didi Kempot yang Jarang Terdengar, Luangkan Waktu Untuk Anak - Cari Nafkah dari Usaha Kuliner

3. Layang Kangen

Didi Kempot (credit: instagram.com/didikempot_official)

Tak hanya terkenal dengan lagu patah hatinya, almarhum Didi Kempot juga sukses mempopulerkan lagunya yang berjudul Layang Kangen. Lagu tersebut memiliki makna lirik yang berbeda dari lagu-lagu lainnya. Dalam lagu ini, almarhum Didi Kempot menuliskan lirik-lirik yang berisi kerinduan.

Layang Kangen menyatakan tentang perasaan rindu menggebu terhadap kekasih hati yang keberadaanya jauh untuk dicapai. Perasaan kangen itu hanya membuat sang perindu merasa sengsara karena tak bisa berbuat apa-apa.

Jargon Cendol Dawet Sukses Besar, Abah Lala Rilis Single Terbaru 'Story'

4. Banyu Langit

Didi Kempot (credit: instagram.com/didikempot_official)
Banyu Langit menjadi salah satu lagu yang bisa menyayat hati pendengarnya. Musiknya yang mendayu dan lembut seakan menyentuh bagi siapa saja yang menikmatinya. Banyu Langit artinya adalah air langit yang bermakna air hujan.

Dalam lagu tersebut diceritakan tentang kesedihan seseorang yang ditinggalkan kekasihnya. Ia mengenang kekasihnya dengan dibalut kerinduan dan perasaan sendu, juga di sela-sela liriknya yang menjelaskan tentang air hujan. Air hujan bisa dimaknai dengan betapa basah matanya karena air mata dan hatinya yang gundah karena ditinggal tanpa alasan.

Bikin Heboh! Pendatang Baru Salma Salsabil Banjir Hujatan Sobat Ambyar Karena Ubah Lirik Lagu

5. Tanjung Mas Ninggal Janji

Didi Kempot (credit: instagram.com/didikempot_official)
Tanjung Mas Ninggal Janji juga menjadi salah satu lagu yang mengisahkan kepergian sang kekasih. Namun di lagu kali ini, Lord Didi menggunakan nama tempat secara spesifik. Hal ini juga bisa dilatar belakangi oleh lagu campursari yang sering menggunakan nama-nama tempat untuk dijadikan lirik.

Diceritakan dalam lagu ini bahwa kekasih dambaan pergi dan tidak kunjung kembali sebagaimana yang dijanjikan. Seseorang yang menunggu kekasihnya tak kunjung kembali hanya bisa merasakan kangen yang tak bisa tersampaikan, dan Tanjung Mas adalah pelabuhan yang menjadi tempat terakhir mereka bertemu.

Ditulis oleh: Ketrine Indah Permatasari

Setahun Tiada, Istri Mengaku Masih Sering Didatangi Alm. Didi Kempot Melalui Mimpi

    (kpl/mag)

 

Topik Terkait