Kapanlagi.com - Project berjudul Batik Scat jadi gebrakan baru bagi Bassist Indonesia, Rama Natan. Bersama JK Records, Ia berkesempatan untuk berkolaborasi dengan bassist yang namanya sudah tidak asing lagi di belantika musik dunia, Nathan East.
Sebuah kolaborasi yang spesial, dengan lagu yang spesial pula. Natan memang sengaja membawa budaya Indonesia yang tak lain adalah batik kolaborasi ini. Dipadukan dengan scat yang merupakan bagian dari improvisasi lagu yang khusus dikalangan jazz dengan menirukan instrumen dengan mulut.
"Sebenarnya saya mengenal Nathan East sejak 2017 lalu melalui IG, dan saya juga sempat kaget dia follow IG saya. Lebih kagetnya lagi saat saya posting pakai batik ternyata dia melihat senang dan suka, lalu komen 'nice batik'. Dan saya spontan bilang 'nanti saya belikan'. Di tahun 2019 kebetulan dia ikut Java Jazz di Jakarta, saya ketemu dan berikan batiknya. Saya kaget juga saat dirinya perform live memakai batiknya. Dari situlah saya punya inisiatif bikin kolaborasi dengan Nathan East, dan cari cari judul akhirnya Batik Scat cukup mewakili," cerita Rama dalam perilisan Batik Scat di kantor JK Records, Jakarta Pusat, Jumat (20/05).
Advertisement
"Jadi saya membuat judul Batik Scat ini juga untuk mengapresiasi pertemanan dan hubungan antara mentor dan muridnya. Saya memang les sama Nathan secara online sudah setahun lamanya, jadi ya punya inisiatif aja untuk membuat cinderamata buat kenang-kenangan. Cuman saat itu saya share ke Pak Nyo ditanggapi dengan positif dan serius untuk membantu. Jadi ya semuanya berjalan sendirinya saja hingga terbentuk lagunya," lanjutnya.
"Jadi challenge-nya cukup lumayan harus menyesuaikan. Bahkan drum-nya harus retake karena yang pertama mungkin kurang tepat standarnya. Kalau bisa ketemu mungkin bisa lebih simple prosesnya," lanjutnya.
"Ini beban moral juga, untuk jadi masternya aja sampai 3 bulan. Karena beban Project dengan artis besar, kita juga nggak mau kelihatan kurang bagus, jadi segala sesuatunya juga standarnya internasional. Jadi dipercaya dengan artis besar kita tidak bisa asal bunyi atau asal jadi aja," pungkas Leonard Nyo Kristianto, produser JK Records.
(kpl/mhr)