Kapanlagi.com - Akhir Januari lalu, salah satu label musik terbesar di Indonesia, Alfarecords, telah meluncurkan sebuah terobosan baru nan inovatif bertajuk ALFRESH. Program ini dipersembahkan oleh Alfarecords untuk memberi wadah bagi musisi indie di seluruh Indonesia agar dapat memperoleh exposure yang lebih masih dengan sistem publikasi terintegrasi dari Alfarecords.
Sejak pertama kali diumumkan, ada banyak sekali respon positif dari berbagai pihak. Mulai dari musisi indie, media, hingga pengamat musik, dan tepat pada bulan Februari kemarin, sebagai edisi perdana ALFRESH telah mengorbitkan 4 musisi berbakat yang kehadirannya patut diantisipasi di industri musik tanah air.
Dari ratusan submission yang masuk ke Alfarecords pada bulan Februari 2022 untuk program ALFRESH, akhirnya terpilihlah 4 musisi penuh talenta yang siap mewarnai belantika musik Indonesia. Siapa saja mereka?
Advertisement
Sebagai informasi, cewek yang pernah tampil bersama TRCC Alumni di acara virtual 88rising “Double Happiness” (2021) ini termasuk musisi yang sangat produktif. Tercatat sebelumnya ia pernah merilis tiga album secara independen: Stay (2018), Gone (2019), dan Your Words Are Lamp to My Feet (2021).
Makin membanggakan karena Ansaly ternyata juga dipercaya menjadi Co-Producer dari Raisa Anggiani untuk single Kau Rumahku (2022) dan juga menjadi Co-Writer lagu The Night We Were (2021) yang dibawakan oleh salah satu penyanyi soundtrack Attack On Titans bernama Mika Kobayashi.
Pada program ALFRESH ini, Devi Zulia ingin memperkenalkan single-nya yang berjudul Pujaan Rindu, sebuah balada manis yang bercerita tentang kerinduan. Pujaan Rindu sendiri memiliki komposisi yang easy listening.
Sebelumnya mereka telah melepas sebuah EP bertajuk Titik Terang dan beberapa single, dan pada 2022 ini melalui program ALFRESH, Hexa secara resmi melepas single terbaru berjudul Tak Pernah Benar.
Lagu ini sendiri bercerita tentang kehidupan seseorang yang mencari pembenaran atas apa yang telah diperbuat, karena perbuatan yang ia lakukan ternyata merusak seluruh jalan hidupnya.
(kpl/tdr)