Mudgarden Rilis Single 'Berag', Bahas Filosofi Jatuh Cinta Nyeleneh

Kapanlagi.com - Belantika musik Tanah Air kembali kedatangan band rock pendatang baru bernama Mudgarden yang resmi memperkenalkan diri melalui single perdana mereka berjudul Berag.

Dalam gempuran tren musik digital yang belakangan ini kerap didominasi oleh formula pop instan dan melankolis, band yang diisi oleh tiga remaja belia dengan usia rata-rata 17 tahun ini justru memilih untuk mendobrak batasan dengan menghadirkan energi rock yang jujur, mentah, spontan, dan apa adanya.

Sebagai motor penggerak, Mudgarden digawangi oleh tiga personel berbakat yang memegang peranan penting dalam membangun identitas musikal mereka. Pada posisi drum, ada Firza yang memberikan ketukan ritmis stabil dan bertenaga. Vokalis sekaligus gitaris dipercayakan kepada Nelson Zaky yang membawakan karakter vokal penuh emosi sekaligus mengisi ruang melodi gitar yang liar namun terarah.

Advertisement

Tidak ketinggalan Bagas yang mengisi posisi bass, memberikan fondasi low-end tebal yang menyatu padu dengan drum untuk menciptakan groove rock yang adiktif.

Sejak pertama kali dilepas ke publik, single Berag langsung memancing rasa penasaran sekaligus menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial dan kalangan penikmat musik alternatif lokal.

Judul yang dipilih memang terdengar sangat nyeleneh dan kontroversial bagi sebagian orang, namun di sinilah letak daya tarik utama dari band muda tersebut yang berani tampil beda tanpa harus terjebak dalam pakem industri yang kaku.

1. Makna Filosofi di Balik Judul yang Nyeleneh

Di balik pemilihan judul yang kerap mengundang gelak tawa dan keheranan itu, lagu Berag rupanya menyimpan filosofi psikologis yang mendalam dan sangat dekat dengan realitas kehidupan anak muda, khususnya dinamika percintaan.

Perumpamaan yang diusung dalam lagu ini menggambarkan situasi mental seseorang ketika sedang merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya atau saat terjebak dalam perasaan yang terpendam.

Filosofi sederhananya adalah bahwa semakin sebuah perasaan itu ditahan dan disembunyikan, maka ia akan semakin terasa menyesakkan dada, sehingga pada titik tertentu kadang kala satu-satunya jalan keluar yang paling logis agar seseorang bisa merasa lega adalah dengan melepaskannya begitu saja tanpa perlu overthinking.

2. Proses Kreatif yang Panjang

Di balik garangnya lagu perdana ini, terdapat proses kreatif panjang yang melibatkan figur-figur penting di industri musik Tanah Air. Lagu Berag ditulis dan dikomposeri secara apik oleh Adit Element, yang juga memegang peran penting sebagai music producer.

Adit berhasil meramu elemen musik rock klasik yang bertenaga dengan sentuhan modern yang segar, menghasilkan aransemen yang pas di telinga pendengar lintas generasi.

Proyek pendirian band ini pada awalnya merupakan inisiatif dari mendiang Lucky Widja yang bertindak sebagai produser sebelum berpulang, di mana semangat dan visi awal dari almarhum kemudian diteruskan dengan penuh dedikasi oleh tim produksi hingga lagu ini rampung.

Melalui perilisan single Berag, Mudgarden kini telah resmi menancapkan taringnya di peta industri musik rock Indonesia.

Mudgaren ingin membuktikan bahwa mereka bukan sekadar band proyekan sesaat, melainkan sekumpulan musikus belia yang siap mengeksplorasi batas-batas kreativitas tanpa rasa takut, menjadikan mereka sebagai salah satu ikon baru kebanggaan skena rock alternatif Indonesia generasi masa kini.

    (kpl/far/ums)

 

Topik Terkait